Teruntuk Kamu Yang Rumahnya Jauh Dari Sekolah

Teruntuk kamu yang rumahnya jauh dari sekolah. Jangan bete lagi, yaa. πŸ™‚


KITA

Semua berawal dari sosial media.

Kita bisa bertemu.

Kita bisa saling tahu.

Kita bisa membuat sebuah perahu.

Perahu yang membuat kita ke suatu tempat.

Dimana tempat itu diberi nama,

kehidupan yang sebenarnya.

Berkenalan dengan cara biasa.

Tapi ketika dilakukan bisa membuat orang tertawa.

Sebuah modus-modus β€œHi ^^” dariku.

Dan dibalas dengan jawaban β€œIya?” darimu.

Membuat jari kelingking kakiku,

ingin pindah ke atas bahuku.

Seiring berjalannya waktu.

Ada sebuah rasa yang harus kau tahu.

Ya, kau pasti sudah tahu.

Karena tak sengaja terkirim sebuah pesan.

Aku suka kamu.

Sampai detik ini, aku tak tahu.

Apa yang kamu rasa kepadaku.

Tapi, aku percaya.

Aku yakin

Bahwa akan ada rasa.

Rasa yang tertutup yang tak lama akan terbuka.

Sebuah rasa darimu,

kepadaku.

Aku yakin itu.

Aku ingin meminta maaf kepadamu.

Aku belum bisa semaksimal mungkin menghiburmu,

ketika kamu sedang tak bisa mengendalikan dirimu.

Maaf,

bila aku tak sama,

dengan apa yang ada di dalam keinginanmu.

Tapi, untukmu aku berjuang.

Bagaimana aku bisa membuatΒ kamu bahagia,

dan bisa selalu bersamamu.

I love you, Pesek!


Bagaimana menurut kalian tulisan gue ini? Gue gak tahu tulisan ini masuk ke dalam puisi atau karya sastra yang lain. Intinya, kalian harus baca seperti sedang membaca puisi. Maaf, kalo gue baru kasih tahu sekarang.

Gue minta pendapat dari kalian semua yang membaca tulisan ini dengan cara komentar di bawah postingan ini. Maaf juga kalo Sabtu malam kemarin gue gakΒ update karena gue sibuk. Ya, di hari itu gue lagi jalan-jalan bareng sama temen sekelas. Bisa dibilangΒ study tour tapi mandiri. πŸ˜€

You may also like:

18 Comments

  1. Gue juga gak tau ini apa. mungkin puisi sih.. Yang penting lo bisa berkarya, itu aja sih yang penting.
    Btw, gue bacanya sambil ngerap nih. Mau belajar ngerapp. coba deh!!! haha

  2. Saya anak sastra tapi lama murtad sih. Hehhe. Sepertinya ini lebih ke curhatan kamu ya, Ilham. Sudah mendekati puisi keren kalau kamu mau terus mengasah kemampuan kamu. Enggak usah malu kalau karya kita masih biasa. Dari biasa nanti bisa jadi luar biasa kok.
    Meski penggunaan EYD dan kaidah KBBInya pakai bahasa gaul, lumayan buat nyengir sih bacanya tadi. Hehe. Semangat belajar nulis puisi ya. Salam kenal dari blogger murtad karena sudah lama enggak ngeblog. ^__^V
    Saling folbak yuk. Nambah temen :v

  3. Ini masuk jenis tulisan apa ya audah gue juga ga tau.
    tapi sejauh yang aku baca aku asik-asik aja menyerap ceritanya.
    Lumayan dalem dan spontan tapi tetep bagus.
    atau mungkin ini masuk genre puisi kontemporer yang tidak terlalu bertele-tele.
    ya pokoknya gitu deh hhe

  4. Gue bacanya kayak pantun ham ahaha… payah memang, anjay bisa juga lo nyusun kata-kata gitu, nyambung pula lagi.
    Menurut gue sih bagus, gue ga bisa bikin begitu, disuruh bikin puisi aja searching. Mending bikin cerpen.

  5. kalau aku baca ini semacam puisi tapi kok kayaknya lebih asik kalau jadi cerpen yah?
    menggunakan tema sehari-hari kita yang deket banget sama sosial media dibumbui rasa-rasa indah cinta pada si pesek.. lanjutin aja lagi jadi cerpen, suer bagusan jadi cerpen nih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *