Salah Mata Kuliah atau Dosen?

Mungkin atau bahkan setiap tingkat pertama kuliah SAINTEK ada mata kuliah yang bernama Statistika. Iya, gak, sih? Apa cuma ke-sok-tahu-an gue aja? Soalnya, gue sering lihat di Twitter tentang mahasiswa yang enggak masuk jurusan Matematika tapi dapet Statistika.

Awalnya, gue kira saat kuliah tidak mendapatkan mata kuliah ini karena mata kuliah di tingkat pertama gue cukup asyik. Entah mata kuliahnya atau dosennya yang seru. Intinya semester pertama gue kuliah, masih belum terlalu berat.

Tapi, semakin ke sini rasanya kok gue semakin sibuk dan untuk memahami sebuah materi semakin sulit. Apa jangan-jangan gue di semester pertama sudah santai? Jadi, santai-nya kebawa?

Kayak sekarang, gue sudah memasuki semester empat, baru kerasa mata kuliah yang menurut gue cukup berat. Dosennya pun di semester ini cukup tegas.

Kemarin, adalah hari pertama masuk kuliah gue di semester empat. Sudah dibuka dengan dosen yang razia rambut saat ujian akhir semester berlangsung. Ternyata, ketegasan beliau bukan hanya saat razia tetapi di kelas pun sama. Temen gue yang tidak mengenakan baju berkerah ditegur. Temen gue yang diabsen tetapi terlambat datang, otomatis tidak hadir di kelasnya, padahal hanya telat beberapa menit. Cukup tegas bukan?

Ngomongin mata kuliahnya, ia mengajar Statistika yang mana kata mahasiswa di luar sana cukup sulit. Dosen gue mengatakan bahwa mata kuliah ini berhubungan dengan mata kuliah sebelumnya yang pernah gue pelajari, yaitu Matematika Diskrit dan Aljabar Liniear.

Tapi, untuk Matematika Diskrit saat semester pertama, dosennya menurut gue terlalu santai yang mana membuat gue kuliah juga menjadi santai. Jujur, tidak terlalu banyak yang gue pahami bahkan hampir tidak ada yang gue pahami terkait mata kuliah ini.

Selanjutnya Aljabar Liniear, mata kuliah ini cukup membuat pusing karena hitung-hitungannya yang lumayan ribet. Angka-angkanya sangat tidak bersahabat. Namun, setidaknya di mata kuliah ini gue sedikit paham, tidak seperti Matematika Diskrit. Walaupun dosennya saat mengajar hanya menulis di papan tulis seperti sedang mengajar diri sendiri.

Mendengar bahwa Statistika ada hubungannya dengan mata kuliah sebelum ini, gue jadi langsung deg-deg-an. Ditambah, dosennya yang cukup tegas.

Jangan move on untuk pelajaran.

ucap dosen Statistika gue.

Gue kira jangan move on untuk segala hal, kan rumit. Sedangkan gue adalah tipe orang yang suka melupakan pelajaran yang sudah diajarkan. Haduh, ingin mengeluh tetapi jangan dan tidak boleh karena gue kuliah untuk bisa membanggakan kedua orang tua gue.

Lalu sebenarnya, yang salah itu mata kuliah atau dosennya?

Kadang gue bingung, jurusan multimedia mengapa masih memikirkan matematika dan statistika yang mana itu adalah dasar dari ilmu informatika. Apa karena gue di bawah naungan Jurusan Teknik Informatika, jadinya seperti mata kuliah dasar didapatkan?

Kadang gue juga bingung, dosen sudah memberikan materi tetapi materi tersebut sulit untuk dipahami. Tak jarang juga dosen seperti mata kuliah ini hanya memberikan tugas. Apalagi saat semester pertama, serasa masih anak SMA.

Jadi, yang salah mata kuliah atau dosennya? Atau gue yang masih jarang belajar?

Sudah lah tidak usah dipikirkan lebih lanjut. Jalankan dan seriuskan mulai dari sekarang. Tidak ada kata terlambat. Hidup adalah pilihan, karena gue kuliah untuk belajar, apa yang gue pelajari harus gue fokuskan. Organisasi penting, tapi kita harus tahu mana yang lebih genting atau lebih prioritas.

Semangat! Sukses juga untuk kalian yang sedang bingung kuliah atau mata kuliah. Satu per satu selesaikan. Semuanya pasti bisa diselesaikan.

Fyi, tidak ada gambar di postingan ini karena seperti deskripsi dari blog ini, hanya sebuah catatan kecil dari gue. 😀

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *