Refleksi 2020: Harus Banyak Bersyukur

Sebelum relfeksi 2020, tarik nafas dalam-dalam, buang dari pantat. PRET! Eh salah, maksudnya tarik nafas dalam-dalam, buang dari mulut pelan-pelan. Sekali lagi. Sekali lagi. Cukup.

Alasan gue ajak kalian tarik nafas sebelum membaca postingan ini lebih jauh agar lebih tenang karena tahun ini bisa dibilang tahun yang cukup berat untuk kita semua. Seluruh lapisan masyarakat terkena dampak pandemi kecuali elite global. 😀 *canda sayang*

Terlepas virus ini ulah elite global atau dari hewan kalelawar, intinya adalah virus ini ada. Kita semua harus saling menjaga satu sama lain agar tidak semakin menyebar. Kurang lebih 9 bulan sejak Maret kita semua dihimbau untuk di rumah aja. Sayangnya, sejauh ini masih belum bisa dikendalikan.

Jangankan gue, para ilmuwan dan para ahli pun bingung kapan berakhirnya pandemi ini di Indonesia. Oleh sebab itu, kita semua harus saling bahu membahu untuk menekan angka positif Covid-19. Jaga diri kita dan lingkungan sekitar. Bila ada himbauan protokol kesehatan, gak boleh nakal. Untuk apa ini semua dilakukan? Kita semuanya, agar hidup normal kembali.

Tahun ini memang tahun yang cukup berat bagi gue selama hidup sejauh ini. Pandemi membuat semua aktivitas hancur total. Gue sudah memiliki target tahun ini mau melakukan apa aja. Namun, semua itu gagal total dan tidak sesuai rencana karena sistem kehidupan kita berubah.

Hanya ada satu yang dapat kita lakukan selama satu tahun ini, bersyukur. Banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang putus sekolah, banyak yang tidak tahu besok mau makan apa, kita yang mungkin sekarang merasa cukup, wajib bersyukur. Sekarang, sih, bukan saatnya untuk lihat ke atas tetapi kita harus selalu lihat ke bawah agar tahu rasanya bersyukur.

Di malam tahun baru ini, gue gak mau nulis panjang-panjang karena gak kuat dan sedih rasanya akan hal tahun ini. Gue cuma mau bilang bahwa tahun ini adalah tahun ujian hidup bagi setiap orang. Kerja keras selagi bisa. Jangan pantang menyerah. Walaupun memiliki tantangan dan cobaan, dunia gak akan berhenti berputar. Hidup akan selalu jalan terus.

Terima kasih 2020, pelajaran satu tahun ke belakang tidak akan dilupakan seumur hidup. Ikhlas dan syukur, mungkin sepele tetapi itu penting di tahun ini. Banyak pengalaman baru yang gue lakukan di tahun ini, seperti pengabdian di desa, (akhirnya) pacaran lagi, melakukan segala aktivitas di rumah (ini semua pasti ngelakuin), dapat berkontribusi di suatu instansi, dan banyak pengalaman lain.

Oh iya, gak cuma pengalaman tapi juga pembelajaran. Waktu itu berharga. Kesehatan itu sangat berharga. Kita harus rajin makan makanan bergizi dan berolahraga agar tubuh kita sehat dan kuat. Gue pribadi di tahun ini udah mulai rajin senam aerobik ngikutin dari Youtube. Semoga aja tahun depan masih bisa konsisten senam hampir tiap pagi atau seminggu dua kali.

Mungkin itu aja, sih, yang bisa gue tulis untuk tahun ini. Intinya, banyak-banyak bersyukur karena bisa mencium suatu aroma saat bangun tidur sekarang sudah termasuk kenikmatan. Terima kasih, 2020. :’)

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *