Ramadhan Yang Beda

Selamat berpuasa untuk teman-teman yang menjalaninya. Semoga puasa tahun ini semakin berkah dari tahun-tahun sebelumnya. Bentar, kerasa ada yang berbeda gak, sih, puasa di tahun ini? Gue pribadi merasakan hal yang amat sangat berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya.

Biasanya, ketika puasa gue tetap menjalankan aktivitas biasa, seperti kuliah dan lain-lain. Namun, rasanya sekarang sudah sebulan lebih di rumah, datangnya bulan Ramadhan seperti kurang istimewa. Di tambah dengan kegiatan ibadah yang dilakukan di rumah membuat suasana menjadi sepi.

Banyak sekali hal yang berbeda di tahun ini dan tahun kemarin. Perbedaan yang utama, sih, sekarang udah gak jomblo lagi, hihi. Pandemi Corona menjadi penyebab utama Ramadhan tahun ini mengalami perbedaan.

Gue akan merangkum beberapa hal yang tahun kemarin ada tetapi tahun ini tidak di bulan Ramadhan.

Tarawih di Rumah, Tidak Ada Perang Sarung

Seperti yang sudah gue singgung tadi, Ramadhan tahun ini semakin sepi. Biasanya mungkin kita mendengar suara orang mengaji atau suara sedang sholat tarawih berjamaah di masjid. Namun, karena terdapat fatwa ulama tentang ibadah di rumah saja membuat kegiatan Ramadhan yang biasa dilakukan menjadi berbeda.

Suasana islami yang biasanya terjadi hanya ketika bulan Ramadhan menjadi berbeda. Gue cukup sedih merasakan hal ini karena tahun kemarin tidak ada pandemi saja sudah terasa berbeda, gimana sekarang.

Selain itu, karena instruksi #dirumahaja membuat tidak ada tradisi biasanya yang terjadi di bulan Ramadhan, yaitu perang sarung. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali anak-anak yang niatnya untuk sholat tarawih tetapi malah berbelok menjadi perang sarung. Cukup sakit jika terkena bogeman yang dibuat dari sarung, tapi juga seru.

Sayang, hal-hal tersebut tidak dapat dilakukan sekarang karena kita harus physical distancing agar wabah ini tidak semakin meluas. Btw, kalo perang sarung lo tim merk sarung apa?

Buka Puasa Bersama Ditiadakan

Dari awal Ramadhan biasanya grup sekolah, baik itu Taman Kanak-Kanak sampai kuliah sangat ramai memperbincangkan satu hal. Ya, BUKA PUASA BERSAMA. Selain untuk buka puasa, itung-itung juga sebagai reuni karena sudah lama tidak ketemu, berbagi cerita.

Sayangnya, untuk tahun ini kegiatan tersebut pasti dilarang karena kita diharuskan untuk jaga jarak dan tidak berkumpul lebih dari lima orang. Lagi pula, setiap tahun juga gak jarang buka puasa bersama hanya menjadi wacana. Iya, kan? 😀

Dilarang Mudik

Ini adalah salah satu hal yang paling gue sesalkan dan paling gue sedihkan karena biasanya menjelang hari raya Idul Fitri gue akan melakukan mudik ke kampung halaman atau pulang kampung. Sensasi dan pengalaman mudik ketika bulan Ramadhan itu sangat seru. Bagaimana rasanya buka puasa dan sahur di pinggir jalan atau rest area, tidak ada duanya. Pengalaman itu benar-benar mengesankan.

Walaupun kadang gak jarang di perjalanan gue bersama keluarga sering menahan amarah karena diskusi soal jalan atau yang lain, tapi momen mudik ini salah satu momen paling seru menurut gue.

Sayang, tahun ini gue gak bisa melakukan kegiatan itu di bulan Ramadhan. Larangan keluar masuk daerah Jabodetabek yang jika melanggar akan didenda membuat gue dan keluarga memutuskan tidak mudik di bulan Ramadhan tahun ini. Kami sekeluarga sepakat untuk lebaran Idul Fitri di rumah aja guna mengurangi penyebaran virus ini.

Nyokap juga takut karena kan di rest area sangat ramai orang, ngerinya ada beberapa tempat, orang atau benda yang sudah tercemar virus dan bisa menular ke diri kita. Walaupun sedih tidak mudik, tapi ini untuk kebaikan kita semuanya.


Mungkin beberapa hal itu saja yang menurut gue sangat berbeda di bulan Ramadhan tahun ini. Sangat-sangat tidak kita duga adanya pandemi ini. Padahal, gue sudah merasakan bulan Ramadhan tahun kemarin tuh sudah cukup berbeda karena di lingkungan gue yang biasanya ramai menjadi sepi. Tahun ini malah tambah semakin sepi.

Untuk kalian semua, diharapkan tetap di rumah aja jika tidak ada kepentingan keluar dan selalu jaga kesehatan. Mari kita usaha dan doa bersama semoga pandemi ini segera berakhir. Pasti bosan juga bukan di dalam rumah terus?

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *