Polisi Salah Tangkap

Gambar dari Vexels

Beberapa waktu lalu, tepatnya minggu kemarin hari Kamis, mata kuliah gue di kampus cuma satu. Dan enaknya lagi, dosennya gak masuk karena ada seminar internasional. Mantap sekali bukan? Oleh karena itu daripada gue cuma gabut-gabutan di rumah gak jelas, gue pergi keluar rumah. Perginya sama kayak ke kampus gue karena gue main ke kosan temen gue. Bukan kosan, sih, tapi basecamp karena ada project besar yang sedang dibuat disana. Sekarang project-nya belum besar, tapi besok kami (re: gue dan temen-temen gue yang bikin project ini) percaya itu bakalan jadi besar.

Karena libur kuliah, gue jadi lebih santai bangun tidur. Gak buru-buru karena takut telat masuk ke kelas. Gue berangkat ke kos-kosan temen gue sekitar pukul setengah 11 siang. Enak, gak macet, tapi panas. Tiba-tiba, di perjalanan ada beberapa polisi yang sedang berbaris ramai.

Gue sudah menduga bahwa polisi ini sedang melakukan razia surat-surat seperti biasanya. Kalo berangkat pagi, polisi ini belum ada, sedangkan pukul 9 ke atas pasti ada razia ini. Kenapa gue tahu, soalnya setiap pagi gue lewat jalan yang sama gak ada polisinya.

Awalnya gue mengira polisi jalan ke tengah karena di depan gue ada semacam motor trill yang mungkin mengganggu orang banyak karena knalpotnya berisik, eh, gak tahunya malah gue yang diberhentiin. Ah. Sedikit kecewa karena diberhentiin tapi gue ada rasa senang di dalam hati.

Gue pun melipir ke pinggir jalan untuk ditanya-tanya. Gue senyum ke polisinya sembari mengeluarkan surat-surat.

“Maaf, Mas, sedang ada pemeriksaan surat-surat,” ucap polisinya.

“Oh, sebentar, Pak,” jawab gue sambil sedikit tertawa karena gue gak bakalan kena tilang.

Gue pun langsung menunjukkan SIM dan STNK gue ke polisi tersebut. Polisi tersebut langsung mengembalikan surat-surat itu ke gue. “Oh, baik, terima kasih, Mas.” Gue pun langsung ditinggal sendirian sama polisi tersebut dan dia langsung mencari motor yang lain.

Setelah memasukkan kembali SIM dan STNK ke dalam dompet, gue langsung cabut sambil ketawa-tawa. Ya, ini adalah pengalaman pertama gue diberhentiin polisi dan surat-surat lengkap. Ternyata, nikmatnya, nikmat. Gak usah pusing-pusing mikirin negosiasi #ups.

Gue pun akhirnya langsung lanjutin perjalanan ke kos-kosan temen gue. Malam harinya, ketika sudah pulang ke rumah gue cerita-cerita ke Nyokap dan Bokap. Tak ada komentar banyak karena emang gue gak kenapa-kenapa soalnya surat-surat lengkap. Tapi, ada satu saran dari Bokap.

“Kalo kamu bawa motor ters ada razia kayak gitu, jangan ke tengah tapi deketin aja polisinya. Percaya diri karena kalo percaya diri gak akan ditilang. Samperin aja ke pinggir.” Dari perkataan Bokap itu gue simpulkan biar gak ketilang percaya diri aja.

Emang bener, sih, kalo gue liat-liat juga. Soalnya kebanyakan polisi nangkepnya yang jalannya di posisi tengah atau kanan, jarang banget yang dipinggir. Intinya, polisi salah tangkap, seharusnya jangan berhentiin gue, jadinya gak bisa nilang, kan. Kertas tilangnya jadi masih sisa. 😀

Untuk kalian, jangan lupa pake helm, ya, kalo bepergian keluar rumah dan hati-hati di jalan. Oh iya, ada yang punya pengalaman diberhentiin polisi juga gak pas lagi ada razia? Gimana ceritanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *