#CADELSTORY eps. 6 “Cabut Dengan Halal”

Sepelti yang sudah gue bilang, bahwa #CADELSTORY itu update setiap bulan di malam minggu kedua. Dan sekalang, gue mau nulis #CADELSTORY. Jadi gini, akhil-akhil ini gue seling gak masuk sekolah. Padahal belum sampai tengah semestel, gue udah gak masuk sekolah sebanyak tiga kali. Ini peltama kalinya dalam hidup gue. Biasanya sehabis tengah semestel gue balu banyak banget bolos.

Kemalin hali Labu, gue melakukan cabut sekolah dengan halal. Kok bisa? Jadi gini, sekolah gue mau mengikuti lomba paduan suala. Dan meleka membutuhkan suppoltel. Nah, gue pun ikut-ikutan kalena yang dicali itu yang paling heboh dan lamai.

Pagi-pagi, gue gak ke sekolah tetapi langsung menunggu teman-teman yang lain di belakang sekolah. Banyak sekali olang yang lalu lalang, jadinya gue hampil dikila cabut sekolah sama olang-olang. Padahal emang iya sih, tapi halal cabutnya. Untuk mendukung teman yang akan bellomba.

Continue Reading

Cara Cabut Sekolah Dengan Halal

Dari hari Rabu sore, badan gue drop. Mungkin karena di hari Selasa gue main ujan-ujanan sama sebelum olahraga gak pemanasan jadinya badan pada sakit semua. Tapi, bukan hanya dari Rabu sore aja, lebih tepatnya sih minggu ini tubuh gue agak kurang bersahabat.

Karena tubuh yang kurang bersahabat gue jadi sering cabut pelajaran dan gak masuk sekolah. Sebelum tengah semester, gue udah gak masuk sekolah sebanyak 3 kali. Tapi, itu belum seberapa karena ada temen gue yang gak masuk sebulan karena kakinya patah.

Menurut gue, cabut sekolah itu ada dua, yang halal sama yang haram. Kalo gue, cabut pelajaran itu termasuk cabut yang halal. Kenapa bisa dibilang halal? Mau tau? Oke, di postingan kali ini gue mau kasih tahu ke kalian semuanya apa itu cabut halal dan apa itu cabut haram.

Continue Reading

#CADELSTORY eps. 5 “Jujul Itu Penting”

Siapa di antala kalian yang seling bohong? Siapa diantala kalian yang pelnah bohong? Gue yakin, pasti semua olang itu pelnah belbohong. Entah itu buat kebaikan atau kebulukkan, pokoknya pelnah.

Gue juga pelnah bohong kok. Bohongin gulu lah ketika ditanya tugas jawabnya ketinggalan di lumah padahal emang belum keljain, bohongin olang tua lah ketika disuluh beli cabe di tukang sayul padahal ada kembalian tapi engga dikembaliin, dan masih banyak kebohongan gue lainnya.

Padahal, coba aja deh kalo difikil-fikil, jujul itu lebih baik. Banyak keuntungan yang didapat ketika kita jujul. Contohnya kayak gue, gue jujul waktu ulangan halian kedua fisika, gak nyontek sama sekali dan hasilnya, alhamdulillah, memuaskan. Itu juga jujul kalena gulunya ngawasinnya tepat di belakang gue. Jadinya mau nyontek gimana. 😀

Continue Reading

Sibuk Sibuk Sibuk

Hai buat kalian yang suka baca-baca-baca blog ini. Ya, blog ini udah seminggu gak update. Gue  minta maaf sama kalian semua yang menunggu tulisan terbaru dari gue. Gue tau kok gimana rasanya, karena menunggu itu gak enak. Kayak nunggu kepastian misalnya.

Gue gak ngeblog pasti ada suatu alasan yang sangat penting. Kayak karena gue belum eek seminggu jadinya gue gak ngeblog, gue harus berdiam diri di atas kloset dan menunggu bahwa pasti ada sesuatu yang keluar dari lubang yang ada di bawah belakang tubuh gue. Tapi, alasannya gak gitu juga, sih.

Banyak alasan lo, Pe. Semua cowok sama aja.

Eh, siapa yang bilang kayak gitu? Gak banyak alasan kok, tapi emang ini penting. Lagian juga gak semua cowok sama kok. Sok tau aja sih, lo. Iya, lo, yang ngomong. 😀

Continue Reading

#CADELSTORY eps. 4 “KP, Katakan Putus. What?!”

Sebelumnya, gue mau minta maaf kalena di minggu kemalin, gue tidak bisa update #CADELSTORY kalena di minggu kemalin, gue ikutan audisi untuk menjadi “Representative of Provoke!” atau yang biasa  disebut “Repro” kalena gue cadel, sebutnya leplo, ya. 🙂

Kalena audisi itu lah gue jadi gak bisa nge-post soalnya gue halus udah ada di tempat audisi pukul 9 pagi. Sangat pagi bukan? Bagi gue, di hali Minggu itu, pukul 9 masih sangat pagi. Makanya gue gak ada waktu untuk nge-post.

#CADELSTORY kali ini akan mencelitakan tentang gue yang ikutan audisi itu. Jadi, gue bangun sekital pukul 5 pagi. Jujul, gue amat sangat deg-degan kalena gak tau kenapa gue mau banget jadi Leplo. Mungkin kalena hobi gue menulis, jadinya gue mau ikut yang belhubungan dengan tulis menulis, yaitu majalah Plovoke! (bacanya buat kalian yang gak cadel: Provoke!).

Continue Reading