Covid-19, Lawan!

Sampai tulisan ini diterbitkan, sudah ada 117 orang yang positif Covid-19 di Indonesia. (REUTERS/Dado Ruvic)

Indonesia, bahkan dunia, akhir-akhir ini sedang dihebohkan oleh virus yang berasal dari Wuhan, China, yaitu Coronavirus. Virus itu ditemukan sejak akhir 2019. Semakin hari, virus tersebut semakin berkembang dan menimbulkan sebuah penyakit bernama covid-19.

Bagaimana tidak, virus itu dapat mematikan dengan gejala penyakit, seperti flu, demam, sesak napas, dan lain-lain. Mungkin, banyak masyarakat yang tidak mengira bahwa ia memiliki gejala covid-19 karena ciri-cirinya sama seperti influenza.

Alangkah baiknya, sebagai masyarakat kita lebih peka terhadap diri sendiri dan peduli terhadap orang lain. Ketika timbul gejala seperti itu, lo bisa langsung cek kesehatan supaya tahu apakah lo menjadi suspect atau tidak. Atau, mungkin lo bisa isolasi mandiri selama dua pekan di rumah agar tidak ada orang lain yang tertular dan pastinya lo harus jaga kesehatan serta mengurangi interaksi ke orang sekitar lo.

Continue Reading

Sop Buah dan Nasi Goreng Jawa

Senin, 2 Maret 2020, semua berjalan seperti biasanya. Gue kuliah masuk pukul 13:35 dengan mata kuliah Statistika yang dosennya cukup tegas seperti yang sudah gue bilang di postingan sebelumnya. Setelah kuliah, gue melakukan rapat untuk program kerja di organisasi yang gue ikuti, yaitu GEMA.

Selesai rapat, gue mengikuti diskusi publik tentang Omnibus Law yang dari situ menyadarkan gue bahwa ini cukup berpengaruh kepada calon-calon budak korporat, seperti gue. Oleh sebab itu, sebagai mahasiswa gue harus kritis terkait pembuatan undang-undang tersebut.

Malam harinya, gue pulang menuju rumah bersama seseorang tapi sebelum itu kami melipir sebentar ke tempat makan yang namanya cukup unik, yaitu Kampung Kandang. Sejauh ini gue belum pernah melihat kandang di tempat itu. Apakah dulunya di situ tempat jual kandang? Ah, tidak penting, yang penting sama kamu.

Continue Reading

Salah Mata Kuliah atau Dosen?

Mungkin atau bahkan setiap tingkat pertama kuliah SAINTEK ada mata kuliah yang bernama Statistika. Iya, gak, sih? Apa cuma ke-sok-tahu-an gue aja? Soalnya, gue sering lihat di Twitter tentang mahasiswa yang enggak masuk jurusan Matematika tapi dapet Statistika.

Awalnya, gue kira saat kuliah tidak mendapatkan mata kuliah ini karena mata kuliah di tingkat pertama gue cukup asyik. Entah mata kuliahnya atau dosennya yang seru. Intinya semester pertama gue kuliah, masih belum terlalu berat.

Continue Reading

Besok Kuliah

Tidak terasa, besok gue sudah kembali masuk kuliah. Hal pertama yang gue lakukan adalah melihat jadwal mata kuliah. Di kampus gue, sistemnya paket, jadi enggak ada tuh yang namanya rebutan mata kuliah atau isi KRS gitu-gitu. Adanya beberapa hari sebelum masuk, himpunan jurusan yang bersumber dari admin jurusan mengirim file PDF yang isinya jadwal mata kuliah dari setiap kelas.

Untuk semester 4, jadwal kuliah gue cukup padat. Sama seperti semester kemarin, biasanya hanya di jadwal-nya saja padat, jika sudah dijalankan, ada kelonggaran sedikit. Asyiknya untuk semester ini adalah, hari Senin gue enggak masuk kelas pagi. Tapi, malah siang banget, sekitar pukul setengah 2 siang. Mata kuliah di jam-jam segitu adalah mata kuliah yang membuat malas. 😀

Dan untuk semester ini, seluruh kelas yang gue ikutin adanya di gedung jurusan, kalau semester kemarin, seluruh kelas di gedung serbaguna. Kalau ada apa-apa, harus jalan lumayan jauh dulu ke gedung jurusan, seperti ambil projector, ambil absen, atau ngumpulin tugas ke ruang dosen.

Continue Reading

Akhirnya Liburan

Sumber gambar: Pexels.

Akhirnya liburan. Ya, kampus saya adalah kampus yang liburannya paling telat bukan paling lama. Itu disebabkan karena dari penerimaan pendaftaran, kampus saya yang paling belakangan. Di saat kampus lain sudah banyak yang mulai menerima berkas mahasiswa barunya, kampus saya masih mengadakan ujian mandiri. Walaupun libur dan ujian paling belakangan, hal lainnya, insyaAllah terdepan. Kayak Yamaha, semakin di depan. *bukan endorse*

Sebentar, akhir-akhir ini ada rasa yang aneh saat saya menulis. Bukan, bukan rasanya jadi asam, manis atau pahit, tapi rasanya seperti ada yang kurang sreg saja gitu. Sepertinya karena saya terlalu baku menulis. Menggunakan sapaan ‘saya’ itu ternyata membuat pribadi ini jadi berbeda dan malah sering muncul rasa malas untuk menulis karena sebenarnya, blog ini akan diisi oleh catatan kecil saya yang ditulis bebas, tidak baku.

Continue Reading