Modal Dikit? Coba Model Bisnis Ini

Di tengah pandemi sekarang ini, banyak sekali kegiatan yang bisa dicoba. Mulai dari mempelajari suatu hal baru, berkebun, atau berbisnis. Ya, karena bingung ingin melakukan apa, sekarang banyak orang yang memulai bisnis. Hitung-hitung untuk menambah pemasukan sekarang.

Menurut penelitian gue dari instastory teman-teman, bisnis yang sangat berkembang sekarang adalah bisnis makanan. Caranya, mereka menjual masakan homemade mereka. Cukup mudah menurut gue bisnis seperti itu karena dibuat dari rumah sekaligus menyalurkan hobi memasak.

Namun, ada beberapa orang yang pasti enggak terlalu mahir dalam memasak. Buat lo yang mau coba berbisnis, ada beberapa model bisnis yang bisa lo lakukan dengan mudah dan modalnya sedikit. Caranya adalah dengan menjual barang orang lain. Ya, bahasa kasarnya sebagai sales. Tapi, sudah banyak yang sukses berbisnis dengan cara seperti itu. Hanya niat dan konsisten kalau lo mau sukses dari bisnis ini.

Affiliate

Affiliate adalah model bisnis dengan merekomendasikan berbagai produk milik orang lain kepada para calon konsumen. Boleh dibilang tugas lo yang mau mencoba bisnis ini adalah menemukan pasar yang tepat untuk produk dipasarkan.

Nantinya, lo akan mendapatkan komisi atau pendapatan dari barang yang orang lain beli dari pemasaran lo. Kalau sepengalaman gue dulu, sistem seperti ini ada di toko online La*zada. Jadi, gue pertama mendaftarkan akun dulu di situs affiliate La*zada, kemudian nantinya akan ada banner gambar yang isinya adalah produk berdasarkan kategori. Nantinya, banner itu ketika diklik menuju link pembelian suatu produk. Langsung ke halaman pembelian dari produk yang lo pilih.

Jika ada orang yang klik banner itu dan melakukan pembelian dari link banner lo, lo akan mendapatkan komisi. Komisinya berupa beberapa persen dari harga yang dibeli. Gue lupa karena itu udah lama banget dan gue sempat naruhnya di blog lama gue.

Menurut gue, jika lo punya teman yang banyak dan hobi belanja, lo bisa bikin broadcast yang isinya link affiliate lo. Misalnya di grup lo lagi pada cari barang untuk naik gunung, lo share aja, deh, link affiliate lo yang berisi pembelian barang-barang outdoor. Kalau banyak yang beli dari link itu, lo bisa mendapatkan pendapatan yang lumayan.

Tapi, jika sebaliknya mungkin agak sulit. Gue pun agak sulit karena menurut gue, orang-orang lebih percaya dengan membuka toko online tersebut secara langsung daripada link affiliate yang kita berikan. Pasti banyak yang mengira takutnya link yang disebar adalah link yang tidak aman.

Kalo lo mau coba, silahkan. Setidaknya, berusaha dulu aja, sih, gak apa-apa.

Reseller

Reseller ini menurut gue bisnis yang cukup berat, ya, karena walaupun modalnya sedikit, lo tetap membutuhkan modal. Cara kerjanya pun sama seperti pedagang biasanya. Sulit jika dikerjakan secara remote. Sistemnya adalah lo beli banyak barang dulu, nih, biasanya lo harus beli barang yang banyak dulu dari suatu brand atau toko supaya dapat diskon.

Setelah itu, lo jualin, deh, barang-barang yang sudah lo beli banyak itu. Ketika ada pembeli, lo membuat packaging dan mengirimkannya kepada pembeli. Dari hasil penjualan itu baru lo mendapatkan untung dan membeli barang banyak lagi supaya ada stok. Berat bukan?

Walaupun begitu, biasanya untuk jadi reseller modalnya tidak seperti membuat brand baru kok. Pendapatannya juga biasanya cukup besar karena tak jarang suatu brand atau toko memberikan diskon yang besar kepada reseller.

Dropship

Ini adalah model bisnis yang menurut gue sangat mudah dari kedua model sebelumnya. Tidak perlu memerlukan modal yang banyak dan tidak perlu stok barang. Bahkan, lo tidak perlu melakukan pengiriman. Gue sangat menyarankan ini buat lo yang suka rebahan karena memang sistemnya cukup mudah.

Banyak beberapa toko atau brand yang membuka sistem dropship. Lo tinggal mempromosikan barang dari suatu toko dan menaikkan harganya dari toko itu. Misalnya adalah toko sepatu. Ketika ada pembeli, lo langsung kontak toko sepatu kemudian kasih alamat pembeli lo ke toko sepatu. Proses pengiriman akan dilakukan oleh toko sepatu. Lo tinggal share produknya sambil rebahan pun bisa. Foto produknya pun biasanya juga akan diberikan oleh toko asal yang memberikan sistem dropship. Bener-bener mudah, deh.

Dropship sendiri biasanya itu gratis tapi tak jarang ada yang berbayar. Kalau gratis, biasanya gak ada diskon harga khusus untuk dropship, jadi lo hanya menaikkan harga aja dari harga yang sudah dibagikan pada toko asalnya. Untuk yang berbayar, istilahnya lo menjadi orang dalem pada toko itu. Lo akan dapat harga diskon khusus karena sudah membayar sebagai dropshipper. Harga yang lo jual nanti bisa setara sama toko aslinya atau lebih mahal.

Untuk sistem seperti ini, gue pun mencobanya pada toko sepatu online gue di Instagram, yaitu @kaki.shoestore. Sistem yang gue gunakan adalah dropship berbayar. Jadi, harga di toko sepatu online gue itu sama aja dengan harga pada toko sepatu asalnya atau website brand aslinya. Namun, gue tetap mendapatkan komisi atau keuntungan karena sudah berbayar jadi dropshipper premium.


Dari ketiga model bisnis tersebut, semua kembali lagi kepada diri lo kira-kira enaknya model apa. Semua model pasti bisa dijalankan dengan baik dan sukses asalkan ada niat, usaha, dan konsisten. Menurut gue pribadi, sih, paling enak dropship. Sambil rebahan bisa sambil share produk dan menerima orderan.

Ingat, jangan ikut-ikutan aja, ya. Tetap fokus untuk apa lo berbisnis serta target yang ingin dicapai. Selamat mencoba. Semangat! Semoga kita semuanya sukses. Aamiin.

Sumber: Finansialku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *