Minggu Pertama Kuliah

Jadi, pada tanggal 3 September 2018 adalah hari pertama masuk kuliah di kampus gue. Semua semester pada masuk tanggal segitu. Dan gue, sebagai mahasiswa baru pun sama, masuk juga. Gue mau cerita-cerita sedikit, ah, selama seminggu kuliah. Ini adalah pertama kalinya gue kuliah. Yaiyalah, orang baru lulus SMA. Langsung aja, ini adalah ceritanya. Mana hayo? Ini:

Senin, 3 September 2018

Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah. Gue diwajibkan mengenakan baju putih dan celana hitam bahan untuk kuliah di hari pertama. Dan kuliah gue setiap harinya masuk pagi pada pukul 07:30. Pagi, kan? Biar gak telat, gue berangkat dari rumah satu jam sebelum masuk. Sesampainya di kampus, gue mengalami drama kecil-kecilan untuk mencari gedung. Bolak-balik sana-sini karena gak tahu tempatnya dimana.

Akhirnya, setelah beberapa menit muter-muter, gue ketemu juga sama kelas gue. Dan ternyata gue gak kenal sama anak-anak kelas gue. Jumlahnya ada 28 orang. Aslinya 29 tetapi ada satu orang yang keterima kedinasan jadinya dia resign. Gue yang orangnya percaya diri, akhirnya memperkenalkan diri ke temen-temen. Gak ada yang gue kenal karena gue keterima lewat jalur mandiri.

Kelas dimulai seharusnya pada pukul 07:30 tapi sudah hampir satu jam menunggu tak ada dosen yang nampak hidungnya. Kami semua masih menunggu-menunggu dimana kah dosen ini. Dua jam berlalu, gak ada dosen yang nampak lagi. Malah tiba-tiba kelas gue dipanggil untuk kenalan sama anak semester 3, kating (kakak tingkat) gue. Jadi, di kampus gue tepatnya di program studi gue, Teknik Multimedia Digital, setiap kating pasti mau kenal sama adik-adiknya. Tujuannya bagus, supaya kita bisa menanyakan suatu hal yang penting di dunia perkuliahan. Positifnya adalah gak ada yang namanya senioritas di program studi gue.

Setelah menunggu sampai siang hari, terdengar kabar bahwa dosen gue hari ini gak masuk. Tahu gitu, kan, gue gak usah ke kampus. 😀 Senin, yang seharusnya gue pulang pada pukul 17:25 menjadi pada pukul 12 siang, siang hari.

Ada sebuah quote dari seseorang, gak tahu siapa, pokoknya gue pernah denger atau baca.

Kuliah jangan cuma jadi kupu-kupu (Kuliah-pulang Kuliah-pulang) aja. Nongkrong, lah, tiap habis kuliah supaya lo dapet link di masa yang akan datang nantinya.

Gue pun memegang prinsip itu. Jangan langsung pulang. Lagian juga kalo gue pulang, jauh, men, perjalanannya. Yang ada cuma capek di jalan aja. Tua di jalan. Gue pun pulang dari kampus mampir dulu ke kosan temen gue. Namanya Taqiy. Gue gak cuma berdua, ada satu temen gue lagi namanya Falah. Kalo gue pulang siang-siang, selain jauh, panas juga.

Taqiy ini adalah anak rantau dari Padang, makanya dia ngekos disini. Kayaknya karena anak perantauan jadinya dia baik banget. Orangnya terbuka untuk semua temen kelas gue yang mau main ke kosannya, boleh. Sedangkan Falah, dia anak Bekasi, jadinya masih Pulang-Pergi gak ngekos, naik kereta.

Banyak sekali hal yang kita obrolin di kosan. Mulai dari dunia sekolah dan sebagainya. Pokoknya ngalor-ngidul, deh. Gue pun pulang pada sore hari dan macet.

Selasa, 4 September 2018

Hari kedua kuliah, apakah ada dosen hari ini atau tidak itu menjadi pertanyaan gue selama di perjalanan. Kalo gak ada dosen lagi, haduh. Pakaian gue hari ini adalah office look. Mata kuliah hari ini cuma dua, Agama dan Bahasa Inggris, semoga aja dosennya ada.

Setelah menunggu 30 menit, benar, dosennya hadir. Ini adalah mata kuliah pertama gue yang belajar, Pendidikan Agama. Namanya masih mahasiswa baru, jadi dosennya masih perkenalan. Jujur, gue salut banget sama ini dosen karena dia ngejar pendidikan gak berhenti, terus mengejari dari SD SMP SMA S1 S2 S3. Gokil gak, tuh? Dia juga cerita pernah kuliah di Maroko dan cerita kehidupannya. Dia punya pesantren dan dia menikah pada usia 25 tahun dengan remaja 18 tahun. Istrinya pun ketika kuliah dalam keadaan hamil. Gokil lagi gak, tuh? Dari semua dosen, ini dosen yang paling keren ceritanya, soalnya terbuka banget gitu. Nama dosen itu adalah Pak Yusuf. Lupa gue gelarnya apa aja. Ada sebuah kata-kata penting dari dia yang mungkin bakalan gue inget terus, katanya gini.

Kalo tidur gak usah lama-lama, saya tidur dua sampai lima jam per hari sehat-sehat aja. Pokoknya tidur jangan lama, deh, kalo lama kamu gak bakalan kaya.

Gue kira mata kuliah kedua gak masuk kayak kemarin, ternyata ada. Bahasa Inggris, gue lupa nama dosennya siapa. Awal kelas dia ngobrol menggunakan Bahasa Inggris yang fasih, gue yang bukan anak jaksel, agak bingung sedikit. Dari dosen ini lah gue jadi tahu bahwa ada namanya presentasi pecha kucha dimana ada 20 slides isinya gambar aja dan setiap slide cuma boleh 20 detik. Jadi, gimana caranya ngomong cepet tapi audience paham. Berat? Pasti. Tapi, kalo gak gini kita gak belajar.

Gue pun pulang tapi mampir dulu ke kosannya temen gue. Inget, jangan kupu-kupu. Obrolan gue hari ini di kosan agak lebih berbobot karena ngobrolin sebuah project saat kuliah dan seterusnya. Mau tahu apa? Masih jadi rahasia. Oh iya, hari ini juga ada tambahan orang baru yang main di kosan Taqiy, namanya Jack. Gaya banget emang namanya.

Rabu, 5 September 2018

Masuk kampus pada pukul 07:30 setiap hari itu gak selamanya gak enak, ada hal positifnya juga. Jadi sering bangun pagi. Hari ini gue pake batik ke kampus kayak mau kondangan. Setelah menunggu sampai pukul 8, tersirat kabar bahwa kita harus menunggu sampai pukul 10, kalau dosennya gak datang, pulang aja. Temen gue, Falah, yang merangkap sebagai ketua kelas berinisiatif untuk tanya dosen kedua. Mata kuliah hari ini adalah Matematika Dasar dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Pukul 10 tiba dan dosen kedua ternyata sibuk. Jadinya, hari ini free. Gue pun mulai bertanya-tanya kepada diri gue, sebenernya ini gue kuliah atau enggak, sih? 😀 Seperti hari sebelumnya, balik kuliah gue nongcu (nongkrong lucu) dulu di kosan temen gue.

Kamis, 6 September 2018

Hari ini hanya ada satu mata kuliah. Tapi, dari pukul 07:30 sampai 13:35. Mata kuliahnya adalah Algoritma dan Pemrograman. Dosennya ternyata hadir. Namanya Pak Asep, asyik orangnya, membawa suasana di kelas gak tegang-tegang amat. Katanya, sih, mata kuliah ini tegang. 😀

Gue belajar dasar-dasar Algoritma sama Pak Asep dan diakhir pembelajaran diberi tugas. Tugasnya adalah disuruh mecari definisi, setelah itu ditulis di kertas, lalu difoto dan dikirim ke email-nya dia. Ribet juga, ya, kuliah. Kenapa gak langsung ditunjukin aja ke dosennya karena dikumpulinnya juga hari itu. Oh, jadi gini, kuliah.

Karena ada rapat, dosen itu pun hanya bisa sampai pukul 12 siang. Setelah itu gue langsung cabut ke kosan temen gue. Obrolan gue hari ini lebih penting lagi. Project besar tahun ini bagi gue. Gue gak sampe sore hari ini di kosan temen gue karena gue mau wawancara untuk daftar UKM dan Badan Otonom. Inget, jangan jadi kupu-kupu, harus punya kesibukan di kampus.

UKM yang mau gue ikutin adalah English Club gitu. Alasannya, sih, simple, gue mau jago Bahasa Inggris. Ya, minimal gak bego-bego amat, lah, tentang bahasa itu. Lagian juga gue percaya bahwa di masa yang akan datang saingan kita bukan sama orang-orang dalam negeri tetapi luar negeri. Bahasa yang digunakan adalah bahasa internasional pastinya, yaitu Bahasa Inggris. Kebetulan yang wawancara gue adalah kakak tingkat laki-laki yang awalnya kayak gue juga, belum jago Bahasa Inggris. Setelah dia ikut UKM ini, dia bisa ikut lomba pidato dan dapet beasiswa dimana setiap bulannya dia dapet duit dari kampus. Mantep gak, tuh? Gue akan ngelebihin dia kalo, insyaAllah. Aamiin.

Untuk Badan Otonom, gue mau ikut majalah kampus. Ya, untuk melatih jari-jari supaya jago menulis karena menulis itu butuh latihan. Banyak latihan pasti tulisannya jadi bagus. Selain itu gue juga mau coba cari tahu tentang dunia jurnalistik di kampus. Kayaknya, seru, makanya gue ikut. Untuk tes wawancara, Badan Otonom ini cukup rumit. Mungkin, karena Badan Otonom ini setara dengan BEM, jadinya agak ribet.

Ya, semoga aja gue diterima di keduanya. Aamiin.

Jumat, 7 September 2018

Diawali hari ini dengan mata kuliah Pengantar DKV dan mata kuliah kedua adalah Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. Masuk masih sama pada hari sebelumnya, pada pukul 07:30 dan hari ini seharusnya gue pulang pada pukul 17:25.

Karena masih minggu awal, dosen gue hanya perkenalan aja. Untuk mata kuliah, belum ada tugas sama sekali, bener-bener cuma mau kenalan aja. Untuk dosen kedua, cuma kenalan aja tetapi sudah ada tugas. Hidup, Mahasiswa!

Karena dari mata kuliah pertama dan kedua ada sebuah waktu kosong, jadi gue pulang dulu ke kosan Taqiy. Lokasinya gak jauh dari kampus, jadi kalo misalnya istirahat panjang, langsung cabut ke kosannya. Kosan ini bisa dibilang sudah menjadi basecamp anak kelas gue. Gak semua, sih, cuma beberapa aja. Dan semakin hari orangnya semakin bertambah, ada Haris dan Sangaji.


Oke, itu dia cerita gue selama kuliah seminggu kemarin. Minggu pertama kuliah lebih tepatnya. Enggak, blog gue gak cerita soal kuliah gue aja. Pokoknya apa aja gue ceritain. Dan yang penting tiap minggu ada postingan biar gak sepi.

Untuk kalian yang pernah kuliah atau sedang kuliah, gimana, sih, kuliah minggu pertama kalian? Seru atau malah sebaliknya? 🙂

You may also like:

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *