Manusia dan Robot

Sudah lama saya tidak menulis keluh kesah tentang kehidupan atau hal-hal yang saya alami di blog ini. Bukan tidak ingin menulis lagi tetapi membagi waktu setiap hari itu memang sulit untuk diterapi. Hampir setiap hari saya mencari ilmu di bangku kuliah, hampir setiap hari juga saya malam hari baru tiba di rumah.

Kesibukkan saya rasanya tidak ada hentinya. Ada saja hal-hal yang membuat diri ini menjadi sibuk. Oleh sebab itu, rasa lelah mudah muncul. Ingin melakukan suatu hal yang disuka saat tiba di rumah sudah tidak kepikiran dan bahkan dilakukan karena ingin beristirahat.

Rasanya, kadang kehidupan saya menjadi monoton dan bahkan sia-sia. Untuk apa kita sibuk tapi kita malah menderita. Bukannya kesibukkan yang baik adalah kesibukkan yang membuat bahagia? Ah, tapi percuma juga berkeluh kesah jika tidak ada sebuah perubahan yang bisa dilakukan. Semua hanya akan menjadi sia-sia.

Tapi, kakak tingkat saya di kampus pernah berkata bahwa semester tiga adalah semester tersulit karena kita akan membagi waktu untuk akademis atau organisasi. Tidak hanya itu, semester tiga adalah fase dimana kita juga ingin mencoba hal baru yang bukan hanya di dalam tetapi di luar kampus juga.

Jika ditengok lebih lanjut, semakin kesini manusia dan robot hampir sama karena tidak memilki perbedaan yang signifikan. Bahkan, kegiatan yang dilakukan manusia dapat lebih bagus jika dilakukan oleh robot. Perilaku yang dilakukan manusia juga sama seperti robot, sudah terjadwal dan selalu terus berjalan tanpa adanya pemberhentian.

Namun, ada sesuatu yang pasti berbeda antara manusia dan robot. Manusia jatuh cinta dengan rasa yang tulus dari hati, robot jatuh cinta dengan data yang mana kadang bisa dimanipulasi dari sebuah fakta.

Tulisan ini hanya keluh kesah dan teguran kepada diri saya mengapa saya masih belum bisa membagi waktu. Terima kasih dan tetap semangat! 🙂

You may also like:

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *