Liburku Bukan Liburmu, Begitu Pun Sebaliknya

Sudah lama saya tidak menulis. Ya, rencana saya ingin menulis blog setiap hari seperti Pak Dahlan Iskan gagal total, hehe. Dengan alasan klasik belum bisa membagi waktu dengan baik, jadi saya tidak bisa menulis secara konsisten. Selain itu, ada juga tugas project membuat sebuah motion graphic untuk nilai ujian tengah semester dari salah satu mata kuliah di kampus. Jadi, waktu menulis sulit dicari. Ya, hanya alasan saja.

Padahal, jika saya peka terhadap sekitar dan dapat meluangkan waktu sedikit saja, saya bisa menulis tentang Indonesia kemarin yang sedang dalam ancaman. Setelah pengumuman hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta langsung siaga satu karena tiba-tiba ada oknum rusuh yang membuat situasi di Jakarta menjadi sangat berbahaya.

Ah, sudah. Saya tidak ingin membahas itu karena hanya membuang waktu dan membuat geram saja. Kecewa boleh jika tidak menang tetapi jangan membuat keributan. Akibatnya banyak orang banyak yang merasakan, salah satunya adalah pemblokiran beberapa media sosial oleh pemerintah beberapa hari kemarin yang membuat resah banyak masyarakat.

Sudah-sudah, saya tidak ingin melanjutkan. Intinya kemarin saya cukup kecewa kepada oknum yang membuat kerusuhan.

Sekarang saya ingin memberi tahu kalian bahwa libur lebaran saya kali ini berbeda dengan tahun kemarin-kemarin. Bahkan, tahun ini merupakan libur lebaran tercepat bagi saya. Libur lebaran yang biasanya saya nikmati bisa hampir dua minggu tetapi tahun ini tidak.

Berdasarkan surat yang diedarkan oleh kampus, bahwa liburan saya hanya dari tanggal 3 s.d. 7 Juni 2019. Kecewa? Tentu karena bagi saya itu sangat sebentar. Waktu untuk bersilaturahmi ke saudara-saudara jadi harus disingkat karena waktu liburan yang tidak banyak. Berbeda dengan kampus lain yang sudah liburan semester, kampus saya ujian akhir semester saja belum.

Apakah saya akan menuntut liburan ini? Saya tidak senekat itu untuk membela libur karena surat yang diedarkan itu juga berdasarkan keputusan dari pemerintah. Mungkin, yang akan saya lakukan adalah bolos-bolos dikit, sehari atau seminggu atau sebulan. 😀

Menurut saya, para dosen juga akan memaklumi bolos pada waktu lebaran karena pasti banyak yang ingin bersilaturhami ke sanak saudara dan mungkin juga ada dosen yang akan bolos. Mungkin.

Kalau kalian bagaimana? Apakah libur kalian juga sama seperti libur cuti bersama?

You may also like:

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *