Liburan Kuliah Satu Bulan

Setelah mengambil marksheet yang isinya adalah kumpulan nilai dari semua mata kuliah beserta dengan IP, waktu liburan tiba. Akhirnya setelah kuliah selama kurang lebih 6 bulan, libur juga. Liburan semester ganjil di kampus gue lumayan lama, satu bulan. Dari akhir Januari sampai awal Maret. Gue pun bingung mau ngapain selama satu bulan.

Ngomong-ngomong IP yang gue dapet, lumayan lah untuk pertama kalinya dapet IP, hehe. Pastinya gue harus bisa mempertahankan IP ini atau membuat lebih baik lagi di semester 2. Semoga saja lebih baik dan juga buat kalian yang membaca ini semoga lebih sukses. Aamiin.

Karena liburan selama satu bulan, sempat tercetus untuk mendaftar sebagai ojek online tetapi enggak jadi karena dilarang oleh kedua orang tua gue. β€œDikira naik motor enggak capek,” tolak Bokap ketika denger gue mau daftar ojol. Nyokap pun mendukung Bokap supaya gue enggak daftar ojol. Pasangan yang cocok memang.

Akhirnya, gue memutuskan untuk liburan di rumah saja, istirahat sembari memikirkan mau ngelakuin apa di semester depan. Pastinya: kuliah. Awal liburan gue hanya tidur makan tidur makan saja tetapi ada hari dimana gue harus pergi ke daerah di Jakarta Selatan untuk membeli handphone baru. Yash! Setelah 4 tahun enggak ganti handphone, hehe. Bukannya sombong tetapi emang sudah saatnya gue ganti handphone.

Kebetulan handphone gue yang lama itu udah lama banget, kameranya udah jelek. Ya, jelek, banget. Secakep-cakepnya lo kalo foto pake handphone gue yang lama juga pasti jelek. Selain itu juga handphone gue yang lama daya tahan baterainya sudah tidak dapat diandalkan. Powerbank harus menjadi teman setia handphone lama gue. Spesifikasinya juga masih kecil tidak setara dengan handphone standar sekarang. Makanya gue mencari handphone baru.

Gue mengubah OS yang awalnya sebagai pengguna android, sekarang pengguna iOS. Bukan ingin terlihat kaya atau supaya dibilang mewah, melainkan di dunia kreatif seperti fotografer dan videografer yang gue gelutin, iPhone menurut gue tools  yang bisa mendukung itu semua. Kameranya bagus, aplikasi untuk fotografi dan videografi yang free pun bagus. Yang penting ketika diunggah ke media sosial seperti Instagram Stories, gambar atau video tidak pecah-pecah.

Setelah hari itu, liburan gue kembali flat. Tidak ada kegiatan yang membuat gue keluar rumah. Sampai tiba saatnya, setelah kurang lebih 2 minggu tidak ada kegiatan, gue mulai menyibukkan diri. Gue mengikuti sebuah diklat animasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Diklatnya cukup lama, sekitar 10 hari. Pertama kali datang kesana, gue ragu mau lanjut ikutan atau enggak karena bener-bener jauh lokasinya dan lumayan capek di jalanan. Ditambah lagi macet setiap berangkat dan pulang karena kelas diklat itu dimulai pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Waktu berangkatnya pas berangkat kerja dan pulangnya pas pulang kerja.

Akhirnya gue memutuskan untuk lanjut karena gue mengajak salah seorang teman yang mana bisa mengendarai motor. Jadinya gue mengendarai bergantian. Ketika berangkat dia dan pulangnya gue.

Diklat yang gue ikutin itu fokus untuk pembuatan objek 3D. Sebutannya untuk itu adalah 3D Modelling. Membuat objek seperti kursi, meja, beruang, bahkan karakter superhero. Berhubung diklatnya enggak terlalu lama jadi masih banyak beberapa ilmu yang belum gue pahami. Tapi, intinya secara garis besar sudah paham.

Di hari terakhir diklat, terdapat ujian yang mana untuk mendapatkan sertifikat bahwa gue berkompeten setelah mengikuti diklat selama 10 hari. Gue enggak tahu gimana hasilnya karena sampai sekarang belum ada pengumuman. Atau mungkin gue enggak lolos? Ah, enggak masalah. Masih bisa ikutan lagi di lain kesempatan.

Di hari terakhir juga tubuh gue rasanya kurang enak. Pagi sampai siang ketika ujian, badan gue aman-aman aja, eh, ketika menjelang sore hari, tubuh gue mulai enggak enak. Kepala mulai pusing, badan mulai lemas dan terasa mual tetapi gue tahan.

Oh iya karena hari terakhir terdapat penutupan seperti mengucapkan kesan dan pesan dari peserta dan mentor, serta petuah-petuah dari para asesor. Buat yang belum tahu, asesor itu adalah penguji ketika sertifikasi. Jadi, kalian kompeten atau tidak kompeten ada di tangan asesor. Selain itu juga terdapat pembagian uang saku karena diklat ini berada dibawah naungan Kementerian Perindustrian. Bukan hanya uang saku tetapi jjuga ada uang transport. Pokoknya hari terakhir yang enak dan enggak enak. Enaknya diklat sudah selesai dan mendapatkan ilmu dan uang, enggak enaknya badan gue semakin malam semakin engga enak.

Sampai akhirnya di perjalanan pulang gue muntah. Ya, di jalanan, naik motor, gue muntah. Untungnya temen gue ini santai dan baik, jadinya sans aja gue muntah. Gue minggir sebentar ke Pom Bensin buat bersihin celana dan ngisi bensin motor. Emang dah, Handi Darma, temen gue itu baik, gue muntahin aja enggak marah walaupun pasti dalam hati kesel. πŸ˜€

Ketika sudah di rumah gue langsung tidur dan bangun tidur muntah lagi. Waktu itu adalah hari Rabu. Hari Senin besok gue sudah masuk kuliah. Hari Jumat dan Sabtu harusnya gue liburan tetapi gue batalin semuanya, padahal udah mesen hotel. Untungnya belum mesen tiket kereta.

Alhamdulillah, setelah seminggu berlalu, gue udah bisa nulis postingan di blog. Ya, kejadian gue sakit itu terjadi minggu kemarin hari Rabu. Intinya adalah gue liburan hanya mengikuti diklat dan sakit. Untuk temen-temen semua, jaga kesehatan karena kalo udah sakit, enggak enak. Begini salah, begitu salah.

Mungkin ini aja gue nulis postingan, sekarang gue udah masuk kuliah, rencananya gue akan lebih sering update blog lagi. Doakan aja. Sukses untuk kita semuanya! πŸ™‚

You may also like:

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *