Ke Nikahan TNI AU dan Ambil Raport

Hai. Ya, gue jarang ngeblog. Maaf kan. Buat kamu yang disana, maafkan aku juga kalau bikin kamu sedih, bete atau sebagainya. Intinya aku tetep sayang kamu, kok. 😀

Eh, kok malah jadi nulis itu, ya. Kasian sama pembaca blog gue yang, ekhem, jomblo. 😀

Jadi kan kemarin gue habis nge-post sebuah postingan yang isinya kenapa gue jarang ngeblog? Nah dari postingan itu gue udah bilang kalau hari Sabtu gak ngeblog karena ada acara di kampung. Acaranya adalah menghadiri pernikahan saudara gue di kampung.

Gue dateng ke acara pernikahannya karena dia adalah saudara gue dari kampung yang waktu ke Jakarta gak tau mana-mana. Jadi, dia tidur di rumah gue. Bahkan, ketika sedang melamar kerja aja ngajak gue. Udah deket lah jadinya. Gak enak kalo misalkan gue gak dateng ke acara pernikahannya.

Singkat cerita akhirnya gue sampai di kampung walaupun di perjalanan harus melawan badai yang menghadang. Cerita sedikit, ketika sedang perjalanan ke kampung, di daerah Batang, Jawa Tengah, sebelum Alas Roba, hujan amat kencang waktu itu. Petir dan kilat hampir tiap 10 detik sekali datang. Bokap gue pun yang sedang bawa mobil melipir ke pom bensin terdekat. Gue bingung dan akhirnya bertanya, “Kok berhenti?”

“Iya, mau neduh dulu.” Seketika gue bingung, padahal gue dan keluarga gue naik mobil.

“Ya, minggir aja bukan neduh. Anginnya kenceng. Gak keliatan,” sambung Bokap gue. Gue pun memaklumi karena emang lagi hujan. Lagi pula, yakale naik mobil masih neduh. Kalau begitu apa fungsinya atap mobil itu. 😀

Sesampainya di kampung, gue bahagia karena gue gak membutuhkan waktu lama seperti lebaran kemarin. Butuh waktu hampir 4 hari di perjalanan. Kemarin gue hanya membutuhkan waktu 20 jam saja. Cukup cepat bukan?

Setelah masuk ke dalam rumah gue langsung tidur karena tibanya gue di kampung pukul 3 pagi dan acaranya adalah pukul 9 pagi. Jadi, setidaknya gue berangkat dari pukul 8 dan siap-siap agar ganteng pukul 7. Tau lah jadinya gue tidur berapa jam. 😀

Sebelum acara pernikahan di gedung, ada acara “temu manten” namanya. Jadi pengantin pria yang laki ke rumah yang perempuan. Kalo gak salah sih gitu. Yang gue tau adalah di akhir acara itu ada perbutan barang-barang rumah tangga sama rebutan pisang. Gue yang gak tahu apa-apa disuruh ambil pisang sebanyak-banyaknya sama mbah gue. Malah pas rebutan barang rumah tangga juga disuruh sama mbah gue. Cuma gue remaja yang ikut rebutan di antara ibu-ibu yang sudah berumur 40 tahun ke atas. Sudah patuh kah gue sama mbah gue?

Setelah itu makan-makan dan kemudian pengantin pindah ke gedung. Ketika di gedung, sebelum pengantin menduduki tempatnya, terdapat upacara sejenak karena sang pria adalah angkatan udara. Gue sih yang liat itu, cukup amat norak karena baru pertama kalinya nikahan ada upacara. Biasanya sih cuma masuk kayak biasa cuma jalannya lama dari pintu masuk gedung sampai ke pelaminan. Kalo ini, ada upacaranya.

Gue pun di gedung sampai akhir acara lalu gue pulang ke rumah mbah gue. Gue gak lama di kampung, cuma kurang lebih 3 hari aja. Sisanya adalah di perjalanan. Sesampainya di Jakarta, cuma tinggal ngitung hari aja udah ambil raport. Tepatnya kemarin Jumat gue ambil raport.

Gue ambil raport bersama Nyokap gue dan dateng alhamdulillah kedua. Ya, pagi sekali. Setelah melihat nilai, ternyata nilai gue standar aja. Ya, biasa-biasa aja, dibilang jelek enggak, bagus apalagi. Nyokap gue pun cerita-cerita keseharian gue yang gak terlalu sibuk, cuma sibuk Provoke! aja. 😀

Intinya setelah ambil raport, gue mau berusaha buat ningkatin nilai lagi. Emang sih kadang susah buat belajar serius. Tapi, mau gak mau gue harus gitu. Gue juga udah janji sama diri gue sendiri buat ningkatin nilai dan meminta semangat dan doa dari orang-orang tercinta like pacar. 😀

Kalo raport kalian gimana nih? Sama pernah gak sih kalian ke nikahan prajurit gitu, apa perasaan kalian melihat itu?

Btw, selamat liburan, guys! 🙂

You may also like:

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *