Karantina Mandiri

Mungkin, bukan hanya gue yang melakukan ini. Banyak di antara kalian yang juga beraktivitas di rumah aja. Bagaimana rasanya teman-teman? Senang atau bosan? Pasti di awal kita sangat senang karena akhirnya tidak perlu keluar rumah untuk melakukan segala aktivitas. Kita bisa banyak waktu rebahan di rumah. Namun, lama-lama bosan juga, ya.

Awal diumumkan perkuliahan jarak jauh, gue cukup senang karena tidak perlu lagi pergi ke kampus yang memakan waktu setengah jam mengunakan motor. Tapi, semakin ke sini, kok, malah jadi kangen kampus, ya.

Kangen di sini bukan hanya sekadar main di kampus atau nongkrong bareng teman, tapi gue juga kangen gimana suasana belajar di kelas. Mendengarkan ocehan dosen killer yang membuat telinga pegal, kaget ketika tiba-tiba disuruh maju mengerjakan suatu soal, dan kesal ketika sudah datang ke kampus tetapi dosen dadakan mengabari kalo dirinya tidak bisa hadir. Hal-hal seperti itu juga bisa membuat kangen.

Perkuliahan jarak jauh ini malah cukup menyiksa. Bukan hanya soal tugas tapi dari pemahaman materi yang cukup sulit. Sebagai mahasiswa, kita diwajibkan lebih ekstra memahami mata kuliah yang ada. Gue juga paham, keresahan ini bukan hanya untuk mahasiswa tetapi tenaga pendidik seperti dosen pun merasakannya. Mereka pasti juga kebingungan mengurusi mahasiswa via online. Oleh sebab itu, kita harus bisa memaklumi sesama jika ada hambatan atau saat ini dalam proses pengajaran.

Bentar, kok malah jadi nulis kangen kampus. Kan gue mau nulis tentang karantina mandiri. Jadi, karantina mandiri ini memang seharusnya diwajibkan untuk seluruh masyarakat yang daerahnya terdampak oleh virus kurang ajar nan bajingan, Coronavirus, yang membuat penyakit bernama Covid-19. Alasannya sangat simple, agar virus tersebut tidak menyebar luas dengan mudah, makanya kita tidak diperuntukan keluar rumah atau bahkan diwajibkan untuk di rumah aja.

Kebayang gak, sih, kalau misalnya kita tidak melakukan karantina mandiri, lalu kemudian kita bisa tertular dan menjadi penyebar virus? Yang salah siapa? Kita. Yang rugi? Orang banyak. Hal kecil itu lah, yaitu karantina mandiri, bisa memperkecil penyebaran virus ini.

Buat kalian yang sudah diberikan kemudahan untuk belajar atau bekerja dari rumah, nikmatilah. Bosan? Nikmati saja. Supaya pandemi ini cepat berakhir. Lebih baik tidak enak sekarang daripada tidak enak lebih lama lagi. Jangan karena bosan lalu nekat keluar rumah. Goblok namanya. Udah aman di rumah malah cari masalah.

Gue pribadi juga merasakan kebosanan saat karantina di rumah. Banyak artikel atau infografis yang menyarankan melakukan beberapa hal supaya tidak bosan, seperti menonton film, membaca buku, ngobrol bareng keluarga, dan lain sebagainya. Tetapi ketika sudah melakukan itu, awalnya saja tidak bosan tetapi lama-lama bosan. Ketika nulis ini gue membaca tirto.id, di sana ada tulisan bahwa American Psychological Association menyebutkan, social distancing dan karantina mandiri di rumah seringkali menyebabkan dampak negatif. Cukup mengerikan bukan?

Sampai akhirnya, gue menemukan suatu kegiatan yang enggak bikin bosan. Mungkin bisa lo coba juga, yaitu BELAJAR.

Ya, benar, belajar. Tapi, belajar di sini bukan hanya sekadar belajar materi yang lo dapatkan di sekolah atau kampus. Tapi, belajar di sini adalah mencoba untuk melakukan hal baru atau mengasah kemampuan lo yang dulu-dulu.

Misal, lo sekarang kuliah di jurusan ekonomi tetapi lo suka desain-desain gitu, coba lah untuk belajar desain. Banyak kok tutorial di youtube yang bisa lo tonton dan dijadikan sebagai acuan. Ditambah, sekarang waktu luang lo pasti banyak. Daripada bingung mau melakukan apa dan akhirnya bosan, kan.

Coba lah belajar hal baru. Mungkin, bisa aja skill utama lo adalah hal yang lo coba baru-baru ini. Lo enggak sadar aja bahwa selama ini ada bakat terpendam yang lo miliki. Siapa tau, kan? Awalnya mungkin kita belum bisa apa-apa, tapi lama-lama bisa jadi luar biasa karena sering mencoba.

Gue sendiri melakukan hal itu untuk melawan rasa bosan dan hasilnya banyak beberapa karya baru yang bisa gue hasilkan. Mungkin ada beberapa yang akan gue sebar dan ada beberapa yang gue simpan dulu karena masih malu untuk disebarkan. Bukan, bukan karena sombong atau apa, kayak kurang sreg aja gitu semisal disebar.

Selain bikin karya, hal baru yang gue coba adalah berdagang. Gue berusaha untuk mendapatkan keuntungan ketika di rumah karena uang jajan yang enggak dikasih sama Nyokap. Dagangan pertama gue adalah sepatu lokal Indonesia. Buat lo yang mungkin penasaran dan berminat beli bisa kunjungin Instagram-nya, yaitu @kaki.shoestore atau klik link Tokopedia ini.

Intinya, memang bosan karantina mandiri ini karena kita suka bingung mau melakukan apa. Tapi, coba lah nikmati kebosananmu dengan melakukan hal baru setiap harinya. Bisa dicoba membuat to do list untuk sebelum tidur. Kalau bisa, dibuat berbeda setiap harinya supaya apa yang lo lakukan tidak cuma itu-itu aja.

Sekian dari gue, selamat karantina mandiri, selamat jaga diri. Semoga pandemi ini segera selesai. Aamiin.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *