Cintai Tubuhmu dan Lingkunganmu dengan Berjalan Kaki

Siapa di sini yang suka berjalan kaki? Saya yakin diantara teman-teman pasti ada yang memiliki hobi berjalan kaki. Bukan tidak bisa menaiki kendaraan bermotor atau sepeda tetapi pengin aja gitu jalan kaki. Ada?

Kalau ngomongin berjalan kaki, saya adalah orang yang jarang sekali berjalan kaki. Padahal, saya sendiri tahu apa saja manfaat dari berjalan kaki. Jangan diikuti, ya, teman-teman semuanya. Hehe. Setiap pulang ke kampung juga saya sering kali diingatkan oleh kakek saya untuk berjalan kaki dan saya melihat sendiri faktanya jika sering berjalan kaki, tubuh masih sehat sampai tua. Akan tetapi, namanya manusia kadang hanya suka berencana saja. Membuat sebuah wacana agar berjalan kaki, eh, tetap naik kendaraan bermotor. Sulit, tapi harus diubah gaya hidup seperti ini.

Seperti yang kita ketahui sekarang, udara di Ibukota negara Indonesia, Jakarta, sangat-sangat buruk. Bagaimana tidak, kita sempat menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan udara terburuk sedunia. Sedih, ya? Bukannya menunjukkan prestasi tetapi polusi.

Oleh sebab itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengadakan sebuah kampanye untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum massal dilanjutkan dengan aktivitas berjalan kaki sebagai pilihan utama dalam bertransportasi sehari-hari di Jabodetabek., yaitu Kampanye Jalan Hijau.

Kampanye ini juga mengajak masyarakat untuk berjalan kaki karena kadang masih banyak masyarakat yang lokasi perginya tidak terlalu jauh malah naik kendaraan bermotor. Padahal, lebih baik jalan kaki saja bukan bila jarak kita dengan tempat tujuan masih dekat? Hitung-hitung olahraga sebentar dan bisa mengurangi polusi udara.

Kampanye ini diadakan pada 19 – 22 Agustus 2019 di beberapa terminal dan stasiun di Jabodetabek serta mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil dalam kampanye ini. BPTJ juga membagikan souvenir gratis kepada masyarakat yang bantu mengampanyekan gerakan ini.

Bukan hanya untuk mengurangi polusi udara saja, kampanye berjalan kaki ini juga mengajak kita untuk hidup sehat. Teman-teman semuanya sudah tahu bukan bahwa Kementerian Kesehatan punya gerakan untuk berjalan kaki agar hidup lebih sehat. Mengapa? Karena minat masyarakat Indonesia tentang berjalan kaki juga masih kurang.

Apa aja, sih, manfaat dari berjalan kaki? Pertama, mencegah penyakit seperti darah tinggi dan diabetes. Kedua, membantu menjaga berat badan. Ketiga, memperlambat penuaan. Keempat, mengurangi stres. Kelima, memperbaiki efektivitas jantung dan paru-paru. Dan masih banyak lagi manfaatnya.

Untuk teman-teman yang bekerja di bidang kreatif dan memiliki minat di bidang kreatif seperti saya, berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan tingkat kreatifitas kita sebesar 60%. Tuh, banyak sekali manfaatnya bukan? Masa masih belum mau juga berjalan kaki.

Pada saat kampanye kemarin juga hadir Bambang Prihartono selaku Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Ia menjelaskan bahwa kampanye ini guna mengajak masyarakat agar sadar betapa pentingnya berjalan kaki. Bukan hanya untuk kesehatan diri kita tetapi juga dunia.

Jujur, dari kampanya kemarin saya menjadi tergerak untuk lebih sering berjalan kaki. Bagaimana tidak? Bukan hanya untuk mengurangi polusi udara saja tetapi juga untuk tubuh kita sendiri juga sehat. Slogan yang dibuat pada kampanye kemarin juga unik, “Kalau Deket Jalanin Aja”. Slogan tersebut juga mengingatkan kita agar tidak sering menggunakan kendaraan bermotor atau ketika habis naik kendaraan umum, tidak memesan ojek atau taksi online tetapi berjalan kaki.

Jadi, kamu sudah siap untuk berjalan kaki? Kalau deket jalanin aja. Kalau cinta, jalanin aja dulu. Eaaa.

Yuk berjalan kaki! Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Tubuh sehat, bumi sehat.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *