Cerita Tentang MABIM

Sebagai mahasiswa baru, gue harus mengikuti seluruh kegiatan yang berbau pengenalan-pengenalan kampus. Karena gue masuk di kampus melalui ujian mandiri, jadi untuk tahun ini gue gak bisa ikut ospek. Gue kasih tau dikit, kampus gue itu ospeknya kayak dilatih sama TNI dan disebutnya PKKP. Nah, PKKP itu pesertanya terbatas setiap tahunnya. Biasanya yang diutamain itu yang lolos dari ujian rapor dan ujian masuk sebelum ujian mandiri. Gue ujian mandiri, jadinya wajib ikut tahun depan. PKKP ini nanti dapat sertifikat yang mana digunakan untuk kelulusan.

Nah, daripada nanti di kampus bingung mau ngapa-ngapain, akhirnya gue pun mengikuti yang namanya MABIM, singkatan dari Masa Bimbingan. Mendengar temen-temen gue yang ikutan mabim dari jurusan lain atau kampus lain, katanya mabim itu serem dan menegangkan. Biasanya juga mabim itu sampai sebulan bahkan satu semester.

Untungnya, di jurusan gue ini mabimnya sangat-sangat singkat. Cuma satu hari. Iya, satu hari. Tapi, tugas yang diberikan beberapa hari sebelum mabim. Mabimnya hari Sabtu, info tentang mabim dikasihnya hari Selasa malam. Gue pun langsung melihat nama-namanya dengan siapa gue sekelompok.

Tugasnya menurut gue gak terlalu sulit. Kita cuma minta foto aja terus deskripsi orang yang foto bareng kita. Nah, fotonya itu yang ada aturannya, yang bikin jadi males untuk kerjain.

Singkat cerita, hari mabim pun tiba. Tanggal 29 September 2018. Gue berangkat pagi sekitar pukul 7 dari rumah karena kelompok gue itu punya ciri khas face painting  atau coret-coret di muka yang mana harus disiapkan sebelum mabim dimulai. Gak ribet, sih, coret-coretnya cuma bikin tulisan “A6” aja karena gue kelompok 6.

Pukul berapa gue lupa, kalo gak salah sekitar pukul 8, acara mabim dimulai. Setiap kelompok disuruh untuk kumpul di lapangan. Tiba-tiba, komdis (komisi disiplin, yang kata orang-orang itu paling galak, menanyakan ada berapa orang dari setiap kelompok dan yang gak hadir coba dihubungin untuk hadir. Oh iya, setiap kelompok itu ada PJ (penanggung jawab)-nya yang mana membimbing kita untuk mengerjakan tugas. Pastinya, PJ pun juga takut sama komdis.

Yang pake jakun itu PJ gue.

Setelah ditegur sama komdis beberapa menit, acara pun dimulai. Dibuka dengan doa, lalu dilanjut dengan sambutan-sambutan ketua acara dan perwakilan ketua himpunan karena ketua himpunannya gak hadir. Ketika sambutan selesai, acara dilanjut dengan pengenalan KSM (Kelompok Studi Mahasiswa) yang ada di jurusan gue.

Hari semakin siang, lapangan pun menjadi panas. Akhirnya gue pindah tempat ke tempat yang lebih adem. Lalu, dilanjutkan dengan komdis untuk memberi tahu peran mahasiswa itu apa dan jangan cuma jadi kupu-kupu aja. Percuma kalian jadi mahasiswa hanya cuma mencari ilmu tetapi tidak bersuara. Pokoknya gitu, deh.

Sehabis itu ada acara lagi tentang info kampus terutama dalam himpunan mahasiswa jurusan gue. Ada beberapa divisi yang penting untuk mahasiswa. Sebelum dilanjutkan acara mabim, dipotong dulu sama ishoma. Ketika perut sudah kenyang, jadinya ngantuk.

Selanjutnya, ada acara penting, yaitu tentang kompensasi. Jadi, di kampus gue ini memiliki tingkat ketat terhadap absen ketat banget. Gak masuk mata kuliah harus ada suratnya kalau sakit. Kalo enggak, masuk ke dalam kompensasi. Kompensasinya pun dikali lipat. Seandainya kalian gak masuk 6 jam mata kuliah, nanti dikali 5, jadinya kayak gak masuk 30 jam. Ketat banget kan kayak baju cabe-cabean?

Hukuman yang akan diberikan terhadap kompensasi itu adalah menjadi bekerja helper atau pembantu di jurusan selama liburan. Misalnya dimintain tolong untuk beli alat laboratorium atau apa gitu. Atau kalian bisa bayar. Jika kompensasinya lebih dari 25 jam, kalian wajib membayarnya yang mana satu jam itu sebesar Rp 5.000,-. Lumayan, kan?

Dalam acara mabim pun dikasih tahu simulasi tentang kompensasi ini yang mana harus dilakukan setiap akhir semester. Lalu acara dilanjutkan dengan mentoring yang mana seandainya kita mau minjam suatu ruangan, minjam alat-alat laboratorium dan lainnya.

Waktu lagi mentoring.

Sebelum acara selesai, komdis pun hadir lagi untuk menasehati kami semua tentang tugas yang diberikan. Mereka memberikannya dengan waktu singkat karena nanti di dunia kampus pun ada dosen yang ngasih tugas gak kira-kira. Ini bener terjadi sama gue, dikasih tugas siang pukul 1 deadline-nya malam pukul 12, kalo gak gitu nanti nilainya dikurangin 10 poin. Kejam memang dunia kampus tetapi mau gak mau harus dibawa enjoy biar gak stres.

Acara mabim pun ditutup dengan penampilan yel-yel setiap kelompok dan menyanyikan lagu kebanggan jurusan. Acara yang paling akhir, sih, sebenernya foto-foto. Berikut adalah foto di akhir acara ketika mabim. Tebak, gue yang mana, hayo?

Terima kasih untuk kakak tingkat yang sudah memberikan informasi-informasi penting pada mabim tahun ini. Terima kasih juga untuk PJ kelompok gue, namanya Kak Rofiq dan semua temen kelompok gue. Makasih, semua. Makasih untuk kamu yang udah baca, dan makasih juga kalo kalian komentar. Hehe.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *