#CERITAMUDIK EPS. 1 – Satu Kampung Sama Bapak Mendikbud

Sudah menjadi kebiasaan setiap tahun gue dan keluarga gue pulang kampung pada saat lebaran. Ya, setiap tahun pasti gue mudik. Pernah waktu itu gak mudik sekali, rasanya beda banget, gak kayak lebaran di kampung.

Beda dari tahun sebelumnya, kali ini gue mudik kebanyakan lewat jalan tol. Tahun kemarin emang ada sih tol fungsional tapi belum bagus banget dan masih banyak debu, jadi Bokap yang mengendarai mobil memutuskan untuk keluar dari jalan tol dan lewat Jalan Arteri Pantura. Kalo tahun ini, tol sudah membaik, jadi kebanyakan lewat tol.

Gue berangkat dari rumah sekitar pukul setengah 11 pagi, langsung masuk ke Jalan Tol Cikunir. Tapi, sebelum itu isi bensin dulu. Dalam perjalanan Jakarta – Cikampek lewat jalan tol, Alhamdulillah masih lancar. Paling tersendat beberapa menit aja. Kebanyakan tersendat karena ada kecelakaan beruntun. Oleh karena itu buat kalian yang mudik dan bawa mobil, jaga jarak aman biar gak terjadi kecelakaan beruntun. Bener-bener gue kena macet mayoritas gara-gara kecelakaan. Tapi, setelah melewati kecelakaan itu jalanan lancar lagi.

Continue Reading

Diary of Ujian Nasional

Diary of Ujian Nasional

Minggu, 8 April 2018 − Besok adalah hari yang ditunggu-tunggu sama sebagian pelajar yang sudah menduduki kelas sulung di sekolah menengah atas. Gue, bukan salah satunya yang menunggu hari itu. Jadi, besok adalah hari ujian nasional. Sekolah 3 tahun di SMA akan berakhir setelah terlaksananya ujian nasional besok.

Sudah hampir kurang lebih dua minggu ke belakang gue jadi anak ambis. Ngeblog aja jadi males begitupun juga menulis. Hampir setiap waktu gue belajar atau baca-baca rumus sampai akhirnya mudah lelah ketika mau melakukan kegiatan lain. Paling, gue ngisi waktu luang gue dengan bermain handphone, buka Instagram, dengerin musik, udah.

Entah kenapa tiba-tiba, tadi setelah belajar pagi, kepala gue jadi agak gak enak gitu. Mungkin otak gue capek karena belajar mulu. Rasanya kepala jadi pusing gitu. Awalnya sih gak kerasa banget eh tiba-tiba kok jadi tambah gak enak gitu.

Ada beberapa kemungkinan dan kemungkinan selanjutnya adalah karena belajar gue terlalu diforsir jadi kepala atau otak gue yang gak biasa jadinya kaget gitu. Malamnya, gue gak bisa tidur. Ya, padahal udah merem, eh, tetep gak bisa tidur. Gue panik. Gue cuma tidur dari pukul 10 malam sampai pukul 11 malam. Setelah itu gak bisa tidur. Udah doa-doa biar tidur, udah mengayal biar tidur. Eh, gak pules-pules juga. Akhirnya gue membangunkan Nyokap untuk tidur bareng gue.

Continue Reading

Alasan Pramugari Meminta Penutup Jendela Dibuka

Apa alasan pramugari meminta penutup jendela dibuka? Bagi Anda yang sering bepergian menggunakan transportasi udara, pasti pernah diberitahu oleh pramugari untuk membuka penutup jendela ketika akan take off dan saat landing, tak terkecuali pada malam hari. Selain meminta untuk membuka penutup jendela, pramugari juga meminta penumpang untuk menegakkan kursi dan memasang sabuk pengaman.

Image result for penutup jendela pesawat dibuka
Pict by Google

Ternyata masih banyak yang belum mengetahui kenapa dan apa alasan pramugari selalu meminta agar penutup jendela harus tetap dalam keadaan terbuka saat akan terbang dan pada saat mendarat. Hal ini ternyata bertujuan untuk keselamatan penerbangan. Di dalam regulasi FAA atau yang biasa disebut ‘’Federal Aviation Administration’’ menyebutkan bahwa penumpang pesawat harus dievakuasi dalam waktu kurang dari 90 detik, keselamatan penerbangan merupakan salah satu faktor yang harus dipahami oleh penumpang. Karena hal kecil seperti ini justru bisa memiliki dampak pengaruh yang besar terhadap keselamatan penerbangan, salah satunya adalah membuka penutup jendela saat take off dan ketika landing.
Kru pesawat hanya mempunyai waktu 90 detik untuk mengarahkan penumpang menuju pintu darurat. Aturan ketat FAA menyebut evakuasi penumpang dalam kondisi darurat hanya diberikan tenggat waktu 90 detik saja. Dalam waktu sesingkat itu, penumpang harus mengutamakan keselamatan jiwa dibandingkan menyelamatkan barang pribadi. Penumpang akan diarahkan untuk bergegas keluar dan tetap tenang mengikuti petunjuk kru kabin pesawat yang telah memberikan instruksi setiap akan lepas landas.

Continue Reading

WELCOME 2K17!

Selamat tahun baru 2017, semoga tahun ini lebih baik dari kemarin. Itu tadi adalah contoh ucapan yang sangat sangat sangat sangat sangat mainstream ketika tahun baru berganti. Ya, pasti di setiap media sosial ada yang menuliskan seperti itu. Percayalah. Salah satunya adalah gue. 😀

Pokoknya, semoga di tahun ini lebih baik dari kemarin. Kalau misalkan tahun kemarin ada yang buruk, semoga tahun ini enggak. Kalo tahun kemarin udah baik, semoga tahun ini lebih baik lagi. Bukannya nambah menurun.

Maka dari itu, gue akan menceritakan hal-hal yang terjadi di tahun 2016 kemarin. Ada hal yang semoga gak akan terjadi lagi dan ada hal yang semoga lebih baik lagi. Baiklah, dimulai dari awal tahun 2016 kemarin.

Pada bulan Januari 2016, seminggu setelah masuk sekolah, gue baru mengambil rapor. Ketika semester 1 kelas 10, gue ambil rapor-nya setelah liburan bukan sebelum liburan kayak semester 1 kelas 11. Gak tahu kenapa beda, mungkin karena beda kepala sekolah. Dan ketika ambil rapor waktu itu, gue bangga karena bisa masuk 10 besar.

Continue Reading

Ke Nikahan TNI AU dan Ambil Raport

Hai. Ya, gue jarang ngeblog. Maaf kan. Buat kamu yang disana, maafkan aku juga kalau bikin kamu sedih, bete atau sebagainya. Intinya aku tetep sayang kamu, kok. 😀

Eh, kok malah jadi nulis itu, ya. Kasian sama pembaca blog gue yang, ekhem, jomblo. 😀

Jadi kan kemarin gue habis nge-post sebuah postingan yang isinya kenapa gue jarang ngeblog? Nah dari postingan itu gue udah bilang kalau hari Sabtu gak ngeblog karena ada acara di kampung. Acaranya adalah menghadiri pernikahan saudara gue di kampung.

Gue dateng ke acara pernikahannya karena dia adalah saudara gue dari kampung yang waktu ke Jakarta gak tau mana-mana. Jadi, dia tidur di rumah gue. Bahkan, ketika sedang melamar kerja aja ngajak gue. Udah deket lah jadinya. Gak enak kalo misalkan gue gak dateng ke acara pernikahannya.

Singkat cerita akhirnya gue sampai di kampung walaupun di perjalanan harus melawan badai yang menghadang. Cerita sedikit, ketika sedang perjalanan ke kampung, di daerah Batang, Jawa Tengah, sebelum Alas Roba, hujan amat kencang waktu itu. Petir dan kilat hampir tiap 10 detik sekali datang. Bokap gue pun yang sedang bawa mobil melipir ke pom bensin terdekat. Gue bingung dan akhirnya bertanya, “Kok berhenti?”

Continue Reading
1 2 3 5