Adaptasi dengan Tantangan Setelah Satu Tahun Pandemi

Masih inget gak, sih, dulu waktu kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia, kalian lagi ngapain? Gue masih inget, saat itu gue sedang di kelas dan mengikuti mata kuliah Metode Penelitian, membahas bagaimana cara meneliti untuk skripsi nanti dan tiba-tiba handphone gue berbunyi, ada notifikasi dari media nasional yang memberitakan kasus pertama Covid-19. Saat itu gue tidak begitu peduli, sampai akhirnya gue baca dan kaget bahwa kasus pertama terkonfirmasi di Depok, Jawa Barat, yang mana itu adalah kota tempat gue kuliah.

Kita semua paham bahwa situasi saat itu orang-orang pada mengalami panic buying. Masker menjadi langka dan mahal, handsanitizer dimana-mana sold out, sampai bahan makanan di pasar swalayan atau mini market pada habis.

Pemerintah pun memutuskan untuk membuat peraturan agar masyarakat berkegiatan dari rumah dengan diberlakukannya Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer tingkat 3, pembelajaran jarak jauh bukan hal baru. Sebab, terkadang dosen gue menggunakan elearning saat tidak dapat hadir di kelas dan masih membagikan materi pembelajaran.

Continue Reading

Prinsip dan Komitmen dalam Hidup Kita Itu Penting

Gue adalah orang yang suka gak enakan. Ya, entah kenapa gue sering melakukan hal itu, padahal itu dapat menyiksa gue dan orang lain. Sampai akhirnya pada suatu hari terdapat puncak kesalahan gue yang suka ‘gak enakan’ sama orang lain, yaitu pacar gue sendiri yang kesel karena terkesan menolong terpaksa. Gue langsung introspeksi diri gue sejenak mengapa bisa seperti itu.

Lalu, gue pun menyadari bahwa gue merupakan orang yang kadang suka mengubah sesuatu hal yang sudah gue ucapkan karena ada pengaruh dari lingkungan gue. Entah itu pengaruh ucapan orang lain, situasi maupun kondisi. Akibatnya, banyak orang yang tidak percaya sama gue atau yakin sama gue terhadap apa yang gue ucapkan. Bukannya baik malah menjadi buruk.

Continue Reading

Belajar Kendalikan Diri Sendiri dalam Segala Situasi

Awal tahun 2021 sudah cukup membuat gue campur aduk, seperti sabar, senang, sedih, dan ikhlas. Banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga yang hadir. Gue tidak akan membahas apa saja yang terjadi tetapi bagaimana mengendalikan diri terhadap situasi. Ya, belajar kendalikan diri sendiri.

Sebelum itu, gue mau disclaimer bahwa disini gue tidak menggurui, gue beropini dan menuliskan ini semua berdasarkan apa yang gue baca dan gue jalani.

Tahun kemarin, gue membaca sebuah buku berjudul ‘Filosofi Teras’, buku itu amat sangat mengajarkan gue akan pentingnya menjalankan kehidupan ini. Ajaran filsafat yang digunakan pada buku tersebut adalah Stoisisme. Menurut berbagai sumber, Stoisisme memiliki ajaran utama, yaitu hidup selaras dengan alam. Alam disini adalah seluruh kosmos-kosmos yang ada di bumi, termasuk kita sebagai manusia.

Continue Reading

Awali Tahun 2021 dengan Bismillah

Bagi seorang Muslim sudah sangat dianjurkan untuk mengawali segala hal dengan bismillah. Begitu pun di tahun ini, awali tahun 2021 dengan bismillah, setelah melewati tahun kemarin yang cukup berat. Namun, sebelum itu, gue mau mengucapkan duka yang mendalam atas kejadian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Semoga korban cepat ditemukan dan diidentifikasi serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin.

Turut berduka cita juga untuk Syekh Ali Jaber, salah satu ulama terbaik di negeri ini. Semoga jalan dakwah beliau diterima oleh Allah SWT. Aamiin. Beliau salah satu ulama yang gue suka karena keteguhannya, cara dia berbicara, dan sikap memaafkannya karena beberapa waktu kemarin beliau hampir ditusuk ketika ceramah.

Gue juga mau mengiringkan doa atas kejadian-kejadian yang terjadi di Indonesia awal tahun ini, seperti tanah longsor di Jawa Barat, banjir bandang di Kalimantan, dan gunung meletus di Yogya. Huh. Semoga tahun ini bisa menjadi lebih baik dari tahun kemarin. Kita harus tetap optimis dan yakin bahwa tahun ini adalah tahun baik dengan usaha yang maksimal.

Continue Reading

Refleksi 2020: Harus Banyak Bersyukur

Sebelum relfeksi 2020, tarik nafas dalam-dalam, buang dari pantat. PRET! Eh salah, maksudnya tarik nafas dalam-dalam, buang dari mulut pelan-pelan. Sekali lagi. Sekali lagi. Cukup.

Alasan gue ajak kalian tarik nafas sebelum membaca postingan ini lebih jauh agar lebih tenang karena tahun ini bisa dibilang tahun yang cukup berat untuk kita semua. Seluruh lapisan masyarakat terkena dampak pandemi kecuali elite global. 😀 *canda sayang*

Terlepas virus ini ulah elite global atau dari hewan kalelawar, intinya adalah virus ini ada. Kita semua harus saling menjaga satu sama lain agar tidak semakin menyebar. Kurang lebih 9 bulan sejak Maret kita semua dihimbau untuk di rumah aja. Sayangnya, sejauh ini masih belum bisa dikendalikan.

Continue Reading
1 2 3 10