Bukan Kompetisi Tapi Silaturahmi

Sebelum saya menulis tulisan ini semakin dalam, saya ingin memberi tahu bahwa tulisan ini seharusnya sudah ditulis sejak bulan kemarin. Akibat kesibukan lain, baru bisa ditulis sekarang. Sekian.

Belum selesai, ya, tulisannya.

Untuk postingan kali ini saya ingin berbagi cerita dan pengalaman saya selama saya mengikuti Kompetisi Majalah Kampus (KMK) se-Politeknik Indonesia pada 18 – 21 September 2019 di Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta.

Ngomong-ngomong, ini adalah pertama kalinya saya ikut kompetisi di kampus dengan tingkat nasional. Biasanya hanya di tingkat jurusan saja dan itu pun agar kuota peserta lomba memenuhi target.

Sekadar informasi saja, lomba ini adalah lomba majalah kampus dan yang mengikuti ini adalah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) kampus saya, yaitu GEMA. Kebetulan, saya adalah anggota dari LPM tersebut dan terpilih menjadi delegasi peserta yang mengikuti lomba ini. Jadi, saya harus bisa memberikan yang terbaik kepada organisasi serta almamater saya karena lomba ini juga mengatasnamakan kampus. Bukan hanya saya, delegasi yang dikirim dua orang. Teman saya yang ikut adalah Alpian.

Sebelum hari perlombaan, saya sudah merasakan demam lomba. Setiap saya ke Sekretariat GEMA selalu ada rasa deg-degan. Namun, saya pasti selalu berusaha untuk mengalihkan rasa tersebut dengan fokus persiapan lomba nantinya seperti berita apa yang ingin dibuat, belajar fotografi, serta desain supaya bisa mendapatkan juara.

Untuk kategori yang dilombakan ada banyak sekali. Kategori majalah ada majalah kampus terbaik, desain layout terbaik, foto dan ilustrasi terbaik, grafika terbaik, berita terbaik, dan konten majalah terbaik. Kategori individu ada penulisan berita terbaik, fotografi terbaik, dan desain terbaik.

Singkat cerita, hari lomba pun tiba. Pembukaan dilaksanakan pukul 4 sore. Karena lokasi lomba dengan kampus saya amat dekat, saya berangkat pukul 3 sore menggunakan motor. Sesampainya di Polimedia, saya langsung ke tempat penginapan, yaitu D’Polimedia Hotel. Satu kamar untuk dua orang, saya sekamar dengan Alpian.

Ketika pembukaan tiba, saya langsung menuju Aula D’Polimedia Hotel untuk mengikuti acara. Di sana saya berkenalan dengan mahasiswa dari Politeknik Negeri Banyuwangi. Setelah itu pembukaan seperti acara biasanya.

Saat acara pembukaan sudah selesai, waktu bebas untuk peserta. Saya pun dengan Alpian berkeliling Polimedia dan ke mencari mini market terdekat untuk membeli permen karena nanti malam akan ada pelatihan, sudah dipastikan kantuk akan datang.

Malam harinya terdapat pelatihan penulisan berita serta penyuntingan naskah. Serasa seperti kelas malam hari. Saat pembahasan penulisan berita, waktu berlalu begitu cepat dan tidak terasa. Akhirnya, hanya mendapatkan materi sedikit tentang penyuntingan naskah karena waktunya hanya sedikit dan setelah ini adalah waktunya istirahat.

Hari kedua, saya beserta peserta yang lainnya mengikuti hunting berita beserta foto untuk dilombakan. Pencarian berita dilakukan di TMII, Jakarta. Banyak sekali peserta lain yang baru pertama kali ke tempat wisata tersebut karena banyak sekali yang dari luar Jakarta dan mereka bertanya-tanya kepada saya karena saya orang Jakarta. Saya pun hanya mengiyakan setiap ajakan mereka menjadi tour guide di TMII.

Kebetulan saat itu sedang ada event Kompetisi Dalang Cilik se-Indonesia. Kita mengambil berita di sana. Tidak hanya di tempat itu, kita juga ke Museum IPTEK.

Untuk pertama kalinya saya mencoba wahana ini. Foto: Alpian

Sore hari, kita kembali ke tempat penginapan untuk pengumpulan berita serta pengumpulan foto. Saya tidak membawa laptop, akhirnya di perjalanan panik karena macet dan deadline berita dan foto yang tidak lama lagi.

Sesampainya di hotel, saya dan Alpian langsung gerak cepat untuk menulis berita serta meng-edit foto. Alpian tidak mengikuti lomba penulisan berita dan foto, ia mengikuti lomba desain. Tapi, namanya teman, dia mau membantu saya untuk meng-edit foto ke ukuran sesuai dengan ketentuan lomba.

Setelah mengirim foto, waktunya menulis berita. Ketika menulis berita, saya merasakan yang namanya writer’s block. Ah! Di saat begini sempat-sempatnya mengalami hal tersebut. Ditambah lagi, sinyal internet lemot untuk mengirim berita ke panitia. Saya pun akhirnya menulis di depan pintu hotel dengan rasa writer’s block yang tidak hilang.

Akhirnya, sehabis melalui drama yang sangat panjang hari itu, semua tugas deadline sudah selesai. Untuk lomba saya di sana sudah selesai. Tinggal hari ketiga, Alpian lomba desain. Tidak seperti malam kemarin, malam ini saya tidur cepat karena sudah sangat lelah. Saya tidur duluan karena Alpian masih mencari referensi untuk mendesain besok.

Hari ketiga, pagi hari saya sudah menghafalkan presentasi karena hari ini jadwal saya presentasi di kampus. Alpian masih mencari-cari referensi desain. Setelah sarapan, terdapat pelatihan desain dan layout majalah. Ketika pelatihan sudah selesai, saya berkeliling Polimedia, yaitu ke kantinnya. Saya pun mencari makanan ringan karena sudah mendekati sholat. Setelah selesai sholat, saya langsung mengambil makan siang dan saya taruh di kamar.

Saya pun meninggalkan Alpian di kamar sendirian karena ingin pergi ke kampus untuk presentasi. Fyi, untuk lomba desain diadakan di aula hotel dan peserta yang tidak mengikuti lomba desain medapatkan waktu bebas. Saya memilih untuk ke kampus. Di perjalanan saya panik karena dosen sudah masuk kelas. Untungnya, ketua kelas saya masih mengambil projector. Masih ada waktu luang sedikit. Sesampainya di kelas, tiba-tiba seluruh teman saya pada membawa tas. Saya bingung, apakah kelas sudah berakhir? Apakah dosen masuk hanya sebentar?

Ternyata, hanya pindah kelas saja karena kelas yang saya tempati itu sangat panas. Setelah itu, saya pun langsung presentasi dan kebetulan maju dengan nomor urut satu. Sehabis mengucapkan salam penutup, dosen keluar, saya pun ikut keluar untuk meminta izin kembali ke Polimedia karena saya sedang mengikuti lomba. Dosen pun mengizinkan dan saya langsung balik lagi ke Polimedia.

Sesampainya di Polimedia lagi, saya langsung ke kamar untuk istirahat. Ternyata, ada kakak tingkat saya yang menjadi delegasi tahun kemarin datang. Niat untuk istirahat tidak jadi. Kakak tingkat saya ingin bertemu dengan salah satu peserta yang tahun kemarin ikut, tahun ini juga ikut. Kebetulan juga ia tidak sedang lomba desain.

Saya pun berbincang-bincang sebentar. Setelah itu, kakak tingkat saya pulang dan saya akhirnya bisa tidur sejenak. Baru tidur sejenak, handphone saya berdering. Grup peserta lomba ramai, ternyata sudah waktunya pelatihan gambar digital. Saya pun langsung ke tempat pelatihan.

Setelah pelatihan selesai, saya bertanya-tanya kepada Alpian bagaimana lomba desain. Alpian pun bercerita bahwa masih adanya kekurangan dengan desain yang dia buat. Sebagai teman yang baik, saya pun tetap mendukungnya untuk semangat dan percaya diri.

Malam hari, masih ada pelatihan tentang E-Zine. Mungkin banyak peserta yang sudah lelah dan ngantuk, pelatihan jadi terasa cepat, tidak sesuai dengan yang ada di jadwal. Akhirnya, kami pun mengadakan malam keakraban, berkenalan satu per satu peserta. Ini lah tujuan utama dari lomba ini. Kemenangan bukan urusan nomor satu, tapi kekeluargaan lah yang utama.

Ada peserta yang dari Medan, Bengkalis, Jakarta, Indramayu, Bandung, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Ujung Pandang, Samarinda.

Seluruh peserta dengan beberapa panitia. Foto: Dok. Pribadi

Sebagai sesama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di kampus masing-masing, kami saling berbagi cerita serta canda tawa. Menanyakan permasalahan dari masing-masing LPM dan bertukar pikiran. Kami pun jadi semakin akrab. Tiba-tiba, salah satu panitia datang.

“Sedang apa malam-malam belum tidur?” tanya panitia itu.

Kami pun menjelaskan sedang berbagi cerita dan keluh kesah sebagai LPM yang kadang masih ada halangan untuk menerbitkan sebuah berita. Panitia itu pun mengajak kita untuk berkeliling Polimedia. Kita semua pun akhirnya mengiyakan ajakannya.

Kami pun bertanya-tanya kepada guide yang kebetulan adalah panitia lomba, mengapa di Polimedia itu walaupun sudah malam tetap saja ramai. Bayangin saja, saat hari kedua kalau tidak salah, pukul setengah 9 malam masih ada yang bernyanyi-nyanyi. Di kampus saya sudah diusir paling dari satpam jika tidak ada surat izinnya.

Dan waktu saya berkeliling, waktu sudah memasuki pukul 10 malam tetapi suasana masih seperti sore hari. Masih banyak mahasiswa yang beraktivitas. Mungkin, karena hari Jumat dan besok libur, jadi banyak mahasiswa yang tetap di kampus sampai malam hari.

Panitia tersebut pun menjelaskan bahwa Polimedia sudah membatasi sampai pukul berapa mahasiswa beraktivitas. Namun, namanya mahasiswa tidak ingin dibatasi aktivitasnya apalagi untuk berkarya. Jadi, satpam pun bisa dinegosiasi oleh mahasiswa.

Kami semua pun diajak ke ruang sekretariat MPM dan BEM. Setelah berkeliling, kami pun langsung lanjut nongkrong di food court depan Polimedia. Bahasan kita kali ini tidak seperti setelah pelatihan tadi tetapi lebih santai karena hanya ada candaan dan tawa saja. Apalagi, ada peserta yang dari Banyuwangi, selalu diinterogasi tentang kebenaran Desa Penari.

Setelah larut malam, kami pun kembali ke kamar masing-masing. Di kamar, Alpian menawarkan game di laptopnya untuk dimainkan. Tawaran yang salah, akhirnya saya memainkan game hingga larut. Ketika mata sudah tidak kuat, saya pun langsung tidur.

Bangun tidur di hari keempat, rasa deg-degan kembali hadir. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari pengumuman. Sebagai laki-laki sejati, saya pun sok biasa ketika sarapan dan bertemu dengan peserta lain. Padahal dalam hati, dag-dig-dug-duer. Setelah sarapan, saya dan Alpian kembali ke kamar untuk beres-beres barang agar nanti ketika pengumuman sudah selesai bisa langsung pulang.

Jadwal pengumuman pun tiba. Seluruh peserta berkumpul di aula hotel. Diawali dengan sambutan serta penutupan resmi, selanjutnya pengumuman. Pengumuman dilakukan dari lomba kategori individu. Saya deg-degan. Mungkin belum saatnya dan belum waktunya, tidak ada lomba individu yang saya dapatkan. Tapi, saya bangga ketika pengumuman lomba desain. Alpian mendapatkan juara pertama. WOW!

Setelah itu pengumuman lomba kategori majalah. Dari konten majalah terbaik, berita terbaik, grafika terbaik, tidak ada sebutan kampus saya. Untungnya, kampus saya disebut sebagai majalah dengan ilustrasi dan foto terbaik dan desain layout terbaik. Ada sedikit rasa lega yang keluar.

Pengumuman majalah terbaik. Deg-degan ini paling terasa karena salah satu tujuan utama dari kompetisi ini adalah majalah terbaik. Juara 3 disebutkan, bukan kampus saya. Juara 2 disebutkan, bukan kampus saya. Juara 1….

..

.

Politeknik Negeri Jakarta. Saya langsung lemas dan lega karena gelar juara masih tetap bertahan. :’)

Terima kasih untuk seluruh pihak yang telah membantu untuk kemangan ini. Pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang pasti Badan Otonom Gerakan Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. We’re good!

Saya (kanan) dan Alpian (kiri) sedang memegang penghargaan yang didapat. Tidak ada kata selain alhamdulillah yang dapat terucap. Foto: Dok. Pribadi

Tapi, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Menang dikompetisi ini hanyalah bonus, yang penting silaturahmi antar LPM Politeknik se-Indonesia. Semoga tahun depan banyak politeknik yang mengikuti agar silaturahmi antar kampus tetap terjaga.

Alhamdulillah.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *