Belajar Kendalikan Diri Sendiri dalam Segala Situasi

Awal tahun 2021 sudah cukup membuat gue campur aduk, seperti sabar, senang, sedih, dan ikhlas. Banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga yang hadir. Gue tidak akan membahas apa saja yang terjadi tetapi bagaimana mengendalikan diri terhadap situasi. Ya, belajar kendalikan diri sendiri.

Sebelum itu, gue mau disclaimer bahwa disini gue tidak menggurui, gue beropini dan menuliskan ini semua berdasarkan apa yang gue baca dan gue jalani.

Tahun kemarin, gue membaca sebuah buku berjudul ‘Filosofi Teras’, buku itu amat sangat mengajarkan gue akan pentingnya menjalankan kehidupan ini. Ajaran filsafat yang digunakan pada buku tersebut adalah Stoisisme. Menurut berbagai sumber, Stoisisme memiliki ajaran utama, yaitu hidup selaras dengan alam. Alam disini adalah seluruh kosmos-kosmos yang ada di bumi, termasuk kita sebagai manusia.

Pelajaran penting yang gue dapatkan adalah bahwa kita semua harus menerima keadaan yang ada di sekitar kita. Bukan, bukannya pasrah tetapi jika kita lihat dan berpikir, memang hal itu pasti terjadi dan tidak ada hal yang bisa kita lakukan selain mengikhlaskan.

Sebagai contoh jika ada seseorang yang meninggalkan kita, tidak ada yang bisa kita lakukan lagi selain berdoa dan ikhlas. Orang yang meninggal memang sudah ada takdirnya bahwa di waktu tersebut pasti akan meninggal. Kita tidak bisa mengubah takdir tetapi yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri terhadap situasi tersebut. Mau mengikhlaskan dengan bijak atau luput dalam kesedihan. Memang, pasti awalnya akan sedih tetapi apakah kita akan terus menurus bersedih?

Pelajaran penting selanjutnya dan menurut gue penting juga adalah dikotomi kendali. Maksud dikotomi adalah bahwa ada sebagian kendali yang bisa kita lakukan, ada juga yang tidak bisa kita kendalikan. Biasanya, kesedihan atau pikiran negatif yang muncul adalah pikiran kita yang berusaha untuk mengendalikan sesuatu yang sebenarnya bukan hak kita untuk kendalikan.

Sebagai contoh ketika kita memperlakukan seseorang dengan baik, apakah kita akan dibalas dengan baik juga? Belum tentu. Kendalikan apa yang bisa kita kendalikan bukan yang diluar kendali kita. Perilaku seseorang terhadap kita bukanlah kendali kita. Hal itu lah yang kadang membuat kita sering kecewa, mengharapkan sesuatu yang tidak bisa kendalikan.

Kendalikan diri tidak hanya saat kita melakukan sesuatu tetapi ketika ada sesuatu yang datang ke diri kita, seperti ada emosi atau hal negatif, harus dikendalikan. Misalnya ada kabar buruk yang datang kepada diri kita, ada seseorang yang membicarakan kita dari belakang, ada seseorang yang diam-diam ingin menjatuhkan kita, kita harus bisa kendalikan respons yang kita keluarkan, atau yang lain.

Dari buku Filosofi Teras itu, cara untuk mengendalikan diri kita terhadap hal tersebut adalah dengan STAR (Stop, Think & Assess, Respond). “Stop” disini adalah berhenti sejenak terhadap hal yang berhubungan dengan hal tersebut, jangan dipikirkan dan lakukan kegiatan lain dulu. “Think & Assess”, kita pikirkan dan cerna atau nilai apa respons yang harus diberikan, kalau kita lakukan A apa yang terjadi, kalau kita lakukan B apa yang terjadi. “Respond”, setelah memikirkan yang sesuai nalar, baru kita bisa memutuskan apa yang akan kita berikan atau keluarkan.

Mungkin, hal itu terlihat agak merepotkan tetapi ketika kita melakukannya akan menjadi lebih menerima apa yang sebenarnya terjadi dan memang bukan kekuasaan kita untuk mengendalikan itu semua.

Studi kasusnya adalah ketika gue dijelek-jelekin oleh seseorang, kalau gue tidak melakukan tindakan STAR itu, gue pasti akan langsung memberikan respons yang negatif, seperti ingin berkelahi atau memberikan kejelekan orang itu juga. Tapi, karena melakukan STAR, gue lebih menerima dan tak peduli akan komentar itu. Jika gue balas malah membuang energi gue yang seharusnya bisa dilakukan untuk hal lain yang lebih baik.

Cukup sekian tulisan dari gue, gue sangat menyarankan buat kalian semua membaca buku Filosofi Teras agar hidup kita bisa menjadi lebih bijak dan ikhlas terhadap sesuatu. Sekali lagi, gue tidak bermaksud menggurui sama sekali. Jika ada salah atau kurang setuju, bisa kita ngobrol-ngobrol di kolom komentar.

Sebelum mengakhiri postingan ini, jangan lupa untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M agar pandemi ini segera berakhir. Aamiin.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *