Asam Manis di Bulan Mei 2021

Hola, sudah lama sekali gue tidak menambahkan tulisan di blog ini. Kesibukkan yang cukup padat dan ke-mager-an yang sulit untuk dilawan membuat gue jadi tidak update blog, buka aja jarang apalagi mengisi konten-kontennya. Kali ini, gue akan menulis dan tidak akan janji-janji palsu bahwa akan konsisten ngeblog. Sekali ada waktu luang, gue akan usahakan untuk mengisi banyak tulisan di blog ini.

Enggak terasa, ya, sudah ingin pertengahan tahun 2021. Gue pribadi merasakan waktu berlalu begitu cepat. Sangking cepatnya, banyak sekali asam manis yang gue alami. Tapi, gue enggak mau menuliskannya semua, hanya segelintir hal-hal aja, tepatnya di bulan Mei.

Mei merupakan bulan andalan gue. Selain karena di bulan ini adalah hari ulang tahun gue, bulan ini juga bulan yang memiliki banyak hari libur nasional. Sadar gak, sih, kalian bahwa Mei merupakan bulan yang banyak tanggal merahnya?

Namun, dari banyaknya manis tanggal merah, terdapat beberapa hal asam yang terjadi kepada gue. Bulan ini cukup sering gue ada kegaduhan bersama pacar gue. Kita semua masih punya keegoisan masing-masing. Apalagi, gue seorang Taurus yang cukup posesif dan cemburuan membuat hal kecil bisa menjadi besar. Bahkan, muncul asumsi-asumsi yang tidak bisa dibuktikan adanya. Gue sudah membaca bahwa memang sifat seorang Taurus seperti itu. Sepandai-pandainya tupai melompat, akan jatuh juga. Sekuat-kuatnya gue menahan, pasti akan posesif juga ujung-ujungnya walau dikemas dengan gak posesif tetapi tetap ketahuan.

Selain karena posesif, ego kita masing-masing masih gak mau kalah. Gue anak pertama dan seorang Taurus yang mungkin keras kepala, gak bisa dengan mudahnya ego gue dipatahkan gitu aja. Hal itu yang bisa menimbulkan konflik antara gue sama dia. Ternyata setelah gue baca dari berbagai sumber memang Taurus memiliki sifat keras kepala.

Dari asam itu, terdapat asam yang asam banget, bahkan sampai pahit. Ada satu waktu dimana dia bilang mau udahan. JEDAR! Panik dong gue. Apalagi waktu itu gue lagi bahagia karena ingin ulang tahun tetapi dikagetkan dengan hal itu.

Saat itu gue merasakan yang namanya down, lelah, capek. Asli, gak ada rasa semangat buat ngapa-ngapain. Bahkan yang gue takutkan adalah gue bisa melakukan hal-hal negatif. Gue juga sudah mengecek psikolog-psikolog yang bisa gue ajak konsultasi tetapi karena satu dan lain hal gue urungkan dulu niat itu.

Asam benar-benar asam waktu itu sampai akhirnya kita memutuskan buat bicarakan ini secara ketemuan. Canggung dan bingung karena takut salah omong waktu ketemu. Kebetulan waktu itu kita ketemuannya sekalian dengan buka bersama. Setelah makanan habis, baru kita membicarakan hal tersebut.

“Jadi, gimana?”

Didapatlah keputusan kita akan berjalan lagi dengan 3 kesempatan jika ada perselisihan lagi. Awalnya gue gak mau sampai akhirnya, memang itu jalan terbaiknya sampai masing-masing dari kita terbiasa dan mendapatkan pelajaran. Jujur, memang tidak semudah itu menyatukan pemikiran seseorang. Tapi, apa salahnya untuk berusaha.

Setelah mengalami asam menuju pahit, terdapat hal manis tentunya menambah cita rasa di bulan ini. Tepat di hari ulang tahun gue, banyak teman-teman yang mengucapkannya. Entah mereka ingat atau karena diingatkan karena repost-an gue di Instagram, setidaknya gue merasa dianggap sama teman-teman gue. Dini harinya pun juga pacar gue bersama kakak dan adiknya mengucapkan ulang tahun berkedok penipuan ojek online yang mengirim makanan.

Tidak hanya itu, hal manisnya lagi adalah gue diberikan hadiah oleh pacar gue, yaitu sebuah dompet yang mana gue tidak kepikiran sama sekali akan mendapatkan itu. Setelah dipikir-pikir, bener juga gue dikadoin dompet itu karena sudah hampir 5 tahun gue tidak ganti dompet. Dompet gue terakhir ganti adalah ketika masih Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal manis bulan ini adalah adanya hari kemenangan, yaitu Idul Fitri 1442H. Setelah berpuasa selama, alhamdulillah, satu bulan penuh, akhirnya gue dan kita semua umat muslim merayakan hari kemenangan. Walaupun sedih juga tidak bisa pulang kampung tetapi tidak mengurangi rasa kemenangan dan bahagia di hari kemenangan. Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita bisa kembali melakukan aktivitas hari raya bersama keluarga di kampung halaman.

Tahun ini juga pertama kalinya gue mendapatkan yang namanya Tunjangan Hari Raya (THR) dari kantor. Rasanya senang sekali bisa mendapatkan uang tambahan secara cuma-cuma. Pantas saja banyak pekerja yang suka sedih jika tidak mendapatkan THR karena ini semacam bonus yang ditunggu-tunggu.

Mungkin itu saja yang gue tulis tentang asam manis di bulan ini. Walaupun bulan ini belum berakhir, harapan gue di satu minggu ke depan dapat merasakan banyak hal manis. Semoga. Terima kasih bulan Mei, juga kamu, yang telah mengajarkan banyak hal. 🙂

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *