Akhirnya “Nyoblos” Selesai

Image result for pemilu 2019 png

Indonesia baru saja merayakan pesta yang hanya diadakan setiap 5 tahun sekali. Ya, pesta demokrasi. Pasti diantara kalian yang membaca tulisan ini menggunakan hak pilih kalian, kan? Jangan sampai tidak menggunakannya dengan baik karena sia-sia aja gitu, kita punya hak untuk memilih tetapi tidak kita gunakan. Menyesal memang datangnya belakangan.

Tahun ini adalah tahun pertama saya mencoblos. Pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan ketika membuka kertas surat suara. Untuk kertas pemilihan presiden, saya masih oke karena kertasnya tidak terlalu lebar. Tapi, untuk yang lembaga legislatif, seperti sedang membaca koran di dalam bilik suara. Untungnya saya pergi ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) siang hari, suasana saat itu sudah agak sepi, jadi saya tidak membuat antri lama karena kebingungan untuk melipat kertas itu kembali.

Jujur, Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini memang memiliki drama yang sangat seru dan menegangkan. Apalagi sampai ada yang fanatik. Menurut saya, setelah diadakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta, ada isu yang baru masuk ke dunia politik, yaitu isu agama. Sebenarnya saya cukup kecewa karena untuk apa agama dibawa-bawa ke dalam dunia politik?

Sedih. Tapi, mau apalagi? Kalau sudah memiliki ambisi untuk menjadi pemenang, semua akan dilakukan. Tidak dari kubu pertahana maupun lawannya. Semua sama. Tidak, saya tidak akan membahas politik yang terjadi belakangan ini. Ilmu yang saya miliki belum sampai untuk membicarakan isu tersebut.

Saya ingin mengajak teman-teman semuanya karena suasana politik sudah selesai. Mari kita tunggu hasil dari pemilihan kemarin secara resmi. Jangan asal percaya dengan quick count dan jangan asal mengaku sudah menjadi presiden, padahal belum diumumkan secara resmi dari KPU. Lucu. Saya pribadi takut atas pengakuan kemenangan itu. Malah nanti mengakibatkan.. Ah sudah, jangan mudah terprovokasi, ya, teman!

Untuk teman-teman semuanya, negara kita hampir, bahkan mungkin sudah dipecah saat sebelum pemilihan kemarin. Berbeda kubu dianggap musuh, berbeda pilihan dianggap lawan. Sekarang pemilihan sudah selesai. Yuk! Kita kembali bersatu. Kita ini Indonesia yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Jangan mau dipecah belah oleh suatu pihak atau oknum-oknum tertentu. Mereka semua penjajah persatuan kita semua. Salam damai dan mari berteman kembali! 🙂

Sumber gambar postingan: Kurnio.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *