Akhirnya Liburan

Sumber gambar: Pexels.

Akhirnya liburan. Ya, kampus saya adalah kampus yang liburannya paling telat bukan paling lama. Itu disebabkan karena dari penerimaan pendaftaran, kampus saya yang paling belakangan. Di saat kampus lain sudah banyak yang mulai menerima berkas mahasiswa barunya, kampus saya masih mengadakan ujian mandiri. Walaupun libur dan ujian paling belakangan, hal lainnya, insyaAllah terdepan. Kayak Yamaha, semakin di depan. *bukan endorse*

Sebentar, akhir-akhir ini ada rasa yang aneh saat saya menulis. Bukan, bukan rasanya jadi asam, manis atau pahit, tapi rasanya seperti ada yang kurang sreg saja gitu. Sepertinya karena saya terlalu baku menulis. Menggunakan sapaan ‘saya’ itu ternyata membuat pribadi ini jadi berbeda dan malah sering muncul rasa malas untuk menulis karena sebenarnya, blog ini akan diisi oleh catatan kecil saya yang ditulis bebas, tidak baku.

Saya akan berubah untuk kembali ke diri saya yang dulu. Dimana, saya bebas menulis apa saja, tidak terlalu baku, dan yang terpenting, sapaan yang ada adalah ‘gue’.

*berubah*

Nah, akhirnya setelah berhari-hari terjebak dalam nostalgia, eh, terjebak dalam tulisan yang baku, gue menyerah. Alasan gue bukan karena enggak suka menggunakan kata baku atau apa, tapi tantangan itu rasanya terlalu berat buat gue dengan pribadi yang tidak terlalu formal. Jadi, mohon maaf jika gue akan menulis bebas seperti dulu.

Kembali ngomongin liburan, kampus gue adalah kampus yang memiliki waktu liburan sangat singkat. Kampus sebelah gue liburan semester ganjil kira-kira satu bulan lebih dikit, sedangkan kampus gue cuma 3 minggu. Waktu untuk gue berleha-leha, bermalas-malasan, dan rebahan sangat sedikit.

Liburan 3 minggu tidak akan terasa karena gue sudah memiliki beberapa plan, salah satu plan yang paling penting dan lama adalah mengabdi. Untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyrakat, gue tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut pada liburan kali ini.

Buat lo yang penasaran, namanya adalah PNJ Mengabdi. Lokasi pengabdiannya berada di Desa Cisadon, Bogor, Jawa Barat. Gue tidak tahu pasti lokasi tersebut di mana tetapi yang pasti, desa tersebut masih tertinggal. Gue tahu itu karena beberapa bulan sebelum launching PNJ Mengabdi, ada panitia yang sosialisasi. Gue ditunjukkan sebuah video yang berisi dokumentasi saat panitia sedang survei lokasi. Ya, masih cukup tertinggal. Jalan ke desa tersebut masih sangat jauh dari kata ‘pantas’. Kita tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor biasa, harus kendaraan khusus seperti motor trail atau mobil jeep. Oleh sebab itu, kampus gue memilih desa tersebut sebagai tempat pengabdian.

Untuk jadwal kunjungan, gue mendapat jadwal pada tanggal 6 – 10 Februari 2020. Cukup lama. Gue akan mengisi konten lingkungan hidup di tanggal 7 dan 8. Sisanya mungkin hanya akan gue lakukan untuk liputan. Penasaran gimana keseruannya? Nanti akan gue tulis di blog ini dan kalau sempat akan gue buatkan sebuah mini video di Instagram.

Pokoknya, gue mau kasih tahu bahwa gue sudah liburan. Senang sekali rasanya setelah hampir 4 bulan gue habiskan untuk kuliah. Selamat datang, liburan. Untuk lo yang mungkin sudah masuk kuliah atau belum libur, tetap semangat!

Dan mulai dari postingan ini, gue akan cerita hal apa aja yang gue mau. Tulisan gue enggak akan baku atau kaku seperti kerah kemeja baru. Yang penting, gue akan berusaha untuk cerita atau menulis yang bermanfaat buat kalian semua. Nah, supaya bermanfaat, gue mau kasih tahu kalian, nih, hal anti-mainstream apa aja yang bisa dilakukan saat liburan.

Taubat

Hal yang bisa dilakukan saat liburan kali adalah bertaubat. Mungkin, ketika di kampus kita sering maksiat, meninggalkan sholat, tidak pernah mengaji. Nah, saat liburan pasti kita memiliki banyak waktu luang. Untuk kalian yang muslim, bisa, nih, mengisi waktu luang dengan membaca Al-Quran atau mengikuti sebuah kajian. Anti-mainstream bukan? Semoga aja nanti setelah liburan tetap istiqomah karena istiqomah itu sulit. Mempertahankan sesuatu itu lebih sulit daripada memulai atau mendapatkan sesuatu.

Bermalas-Malasan

Mungkin ini bisa dilakukan oleh mahasiswa yang selalu rajin. Misalnya kayak suka bangun pagi, tidak pernah telat setiap mata kuliah dan selalu rajin untuk mengerjakan tugas. Nah, untuk kalian mahasiswa yang seperti itu, kalian wajib coba melakukan kemalasan, nih, waktu liburan, seperti sudah bangun pagi lalu tidur lagi, sudah bangun tidur tetapi tetap rebahan di kasur, atau hal lain yang membuat diri lo tidak berguna. Tapi, malas-malasannya jangan berlebihan, cukup saat liburan aja karena resikonya besar kalau kalian malas setelah liburan. Kayak yang kita tahu, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, jadi malas-malasan lah secukupnya.

Bagi-Bagi Rezeki

Untuk sebagian orang termasuk gue, liburan pasti tidak diberi uang jajan atau diberi tetapi dapat potongan. Tapi, mungkin sebagian lagi masih diberi uang jajan bahkan lebih untuk biaya liburan. Nah, buat lo yang kaum masih diberi uang jajan atau dikasih biaya untuk liburan, kalian bisa habiskan uang kalian untuk hal bermanfaat, nih, dengan berbagi rezeki.

Tidak perlu bikin kegiatan sosial yang besar, lo bisa coba kasih makanan ke orang-orang yang kurang mampu setiap malam atau pagi, biasanya mereka suka ada di emperan toko atau pinggir jalan besar. Mumpung liburan, kan, waktu hunting lo mencari orang yang kurang mampu semakin banyak. Kalau misalnya enggak mau ribet, lo bisa beli barang-barang yang dijual pedagang di jembatan penyebrangan atau pedagang yang sudah tua renta yang dari penampilannya aja seharusnya sudah istirahat di rumah tidak melakukan suatu pekerjaan.

Ingat, berbagi itu indah. Jika kita memiliki sebagian rezeki, alangkah baiknya kita untuk berbagi karena sebagian rezeki kita itu adalah hak orang lain.


Oke itu aja hal anti-mainstream yang bisa lo lakukan. Lakukan banyak kebaikan, lakukan keburukan secukupnya. Kalo lo ada saran atau tips liburan yang seru, coba komentar di bawah. Selamat liburan! 🙂

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *