Agustus

Hola! Kembali lagi bersama gue di blog ini. Setelah satu bulan lebih tidak berkunjung ke blog ini sampai akhirnya blog ini habis masa langganannya di akhir bulan kemarin, membuat gue tidak mengutak-atik blog ini lagi.

Untungnya, kemarin gue sudah kembali berlangganan untuk memperpanjang waktu menulis di blog ini selama setahun ke depan. Jadinya, gue bisa berbagi cerita dan uneg-uneg atau menulis apapun yang mau gue tulis lagi di sini.

Ke depannya, blog ini akan menjadi sarana gue untuk menyampaikan atau mengutarakan isi kepala gue yang mungkin sulit terucap atau didengar. Walaupun beberapa waktu kemarin gue sudah membuat sebuah konsep baru, sepertinya dengan kesibukan gue di semester baru akan membuat konsep baru lagi.

Oh iya, beberapa waktu lalu, dari tanggal 31 Agustus 2020 sampai Jumat kemarin, blog gue mati. Ya, tidak bisa diakses karena belum berlangganan, seperti yang udah gue bilang di awal. Untungnya, kemarin ada rezeki yang turun dari langit, langsung gue membayar langganan blog ini lagi karena blog ini sudah menjadi salah satu organ penting kehidupan gue. Tanpa ada blog ini, hidup gue akan terasa kurang.

Dapat dari manakah rezeki itu? Akan gue ceritakan di tulisan ini karena tulisan ini berjudul ‘Agustus’ dengan maksud menyampaikan kejadian-kejadian yang terjadi di bulan kemarin.

Jadi Panitia Pengenalan Kampus

Setiap tahunnya, pasti ada pengenalan kampus untuk mahasiswa baru atau istilah yang sering disebut adalah ‘OSPEK’. Kampus gue sendiri menamakannya adalah Pengenalan Kehidupan Kampus Politeknik (PKKP). Biasanya, mahasiswa lama ini tertarik untuk menjadi panitia acara ini. Selain bisa mendapatkan pengalaman sebagai penanggung jawab mahasiswa baru, kenalan sama mahasiswa baru, tebar pesona ke mahasiswa baru, terdapat juga honor yang menggiurkan jika menjadi panitia.

Dari tahun kemarin, gue berminat untuk ikut. Namun, karena gue PKKP susulan, jadi gak bisa ikut di tahun kemarin. Akhirnya gue memutuskan untuk ikutan di tahun ini. Gue amat sangat siap untuk menjadi panitia PKKP tahun ini sebelum adanya pandemi.

Setelah adanya pandemi, gue menjadi ragu menjadi panitia. PKKP dilaksanakan secara online dan jumlah panitia yang dipilih hanya setengah dari panitia tahun kemarin untuk menerapkan protokol kesehatan, yaitu tidak berkerumun.

Dari pertengahan Agustus, gue disibukkan untuk mengerjakan proyek ini. Kebetulan gue adalah panitia bagian ‘Content Creator’ yang mana tugasnya mengambil dan menyunting video untuk nanti ditampilkan saat hari H PKKP. Cukup berat dan menyita banyak waktu saat edit. Belum lagi spesifikasi laptop yang masih kurang memadai. *Uhuk, sponsor, dong*.

Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar sampai hari H PKKP. Usaha gue pergi ke kampus hampir tiap hari untuk shoot dan meminta file untuk di-edit selesai juga. Oh iya, selain menjadi tim ‘Content Creator’, gue juga menjadi penanggung jawab kelompok mahasiswa baru. Bisa dibilang double job.

Singkat cerita, pada hari H PKKP selama 5 hari, yaitu tanggal 31 Agustus sampai 4 September 2020, gue berangkat dari rumah pukul 6 pagi karena acara dimulai pukul 8 pagi. Walaupun online, panitia diwajibkan untuk datang ke kampus agar mudah mengkordinasikan acara ini. Eits, tidak lupa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak.

Tak terasa, semua berjalan dengan lancar sampai hari terakhir PKKP. Pengalaman gue pada PKKP kali ini cukup mengesankan. Dengan tim yang amat sangat terbatas bisa menyelesaikan tanggung jawab selama kurang lebih satu bulan. Senang, akhirnya bisa rebahan.

Seminggu setelah penutupan, tepatnya hari Jumat, 11 September 2020, diadakan pembubaran panitia. Ini adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh panitia karena pembagian honor. Siapa yang enggak senang, sih, dikasih duit? Jauh dari dugaan, ternyata honornya lebih dari cukup. Sebelumnya, gue dan tim ‘Content Creator’ tebak-tebakan jumlah honor, ternyata honor yang didapat sedikit melenceng dari tebakan kami semua.

Alhasil, uang honor itu sebagian langsung gue gunakan untuk membayar langganan blog ini karena sebenarnya sudah lewat dari masa tenggat, yaitu 31 Agustus 2020. Untungnya masih ada waktu kompensasi selama 14 hari, jadi blog ini masih bisa kembali di tangan gue. Terima kasih, PKKP 2020.

Demisioner GEMA

Mungkin, kalau lo membaca blog gue selama setahun ini sudah tahu bahwa gue diberi amanah untuk menjabat sebagai Redaktur Pelaksana Pers kampus gue. Setelah satu tahun mengemban amanah itu, akhirnya amanh itu gue pindah tangankan alias di bulan Agustus kemarin gue sudah demisioner.

Cukup sedih buat gue melakukan demisioner ini karena bagi gue GEMA itu bukan sekadar organisasi aja. Di situ tempat gue tumbuh dan berkembang serta membuka wawasan gue soal dunia kampus baik itu perpolitikan kampus atau hal-hal yang sedang ramai dibicarakan di kampus alias kadang juga julid. 😀

Yang bikin gue lebih sedih lagi adalah demisionernya masih di tengah pandemi. Sedih rasanya gak bisa kumpul bebas lagi, bercengkrama seperti biasa tanpa harus berjaga-jaga. Tapi, waktu akan terus berjalan. GEMA harus berjalan bagaimanapun.

Walaupun sudah demis menjadi Redaktur Pelaksana, gue masih diberikan amanah untuk menjadi Pemimpin Redaksi atau bahasa mudah dipahaminya dalam struktur organisasi itu sebagai Penelitian dan Pengembangan.

Terima kasih, GEMA 2019/2020. Semangat GEMA 2020/2021! 🙂

Kasih Kado Apa?

Ini adalah momen atau kejadian terakhir di bulan Agustus yang menurut gue mengesankan, membahagiakan, membuat deg-degan, membingungkan, dan lain-lain. Kebetulan, akhir bulan kemarin pacar gue ulang tahun. Gue sebagai pacar pasti memberikan ucapan ulang tahun, dong. Tak lupa juga supaya agak romantis *huek* gue memberikan kado.

Jujur, gue bingung mau kadoin apa ke pacar gue. Sampe-sampe gue tanya temen-temen gue baik itu cowok atau cewek serta mbah Google, kado apa yang mengesankan untuk cewek. Mayoritas menjawab kadoin bunga. Mendapatkan jawaban itu gue agak sedikit bingung dan ragu.

Masalahnya adalah gue bukan tipikal orang yang romantis gitu. Rasanya agak gimana gitu semisal gue kasih bunga. Gue pun memutar otak, gimana caranya supaya bisa memberikan hadiah spesial ke orang spesial.

Setelah beberapa malam bersemedi di depan kamar mandi, akhirnya gue mendapatkan sebuah ide cemerlang. Ibaratnya di film-film, tuh, ada lampu yang muncul di atas kepala gue terus bunyi “Cling!”. Gue gak akan kasih tahu hadiahnya apa karena ini adalah hadiah spesial.

Yang gue simpulkan adalah, gue yakin bahwa orang yang romantis akan kalah sama orang yang kreatif. Semoga aja kado yang gue berikan bisa mengesankan, ya.

Sampai akhirnya tanggal 29 Agustus 2020 tiba, gue bingung mau kasihnya gimana. Surprise ke rumahnya gitu kayaknya agak susah soalnya gue bener-bener gak ngonsepin apa-apa karena fokus persiapan PKKP. Gue pun berencana untuk memberikan kue juga tapi daripada kue yang bikin gue bingung nanti kue apa, gue memberikan donat aja.

Sebelum itu, gue bertanya ke kakaknya pacar gue dimana tempat beli lilin. Jadi, konsep gue hari itu cukup simple, ke rumah dia dengan membawa donat dan lilin yang menyala sembari memberikan kado. Namun, dikarenakan ada satu dan lain hal, akhirnya itu semua gagal. Tanpa pikir panjang, gue langsung jalan aja ke rumah dia, kemudian langsung kasih kue dan kado yang gue buat tanpa ada embel-embel lilin ulang tahun.

Kadang untuk urusan kado itu bukan soal apa tapi siapa. Ya, bukan apa yang diberikan tapi siapa yang berikan. Anj*ay gak, tuh? Eh, gak boleh nulis itu.

Pokoknya selamat ulang tahun. 😀


Cukup sekian postingan kali ini. Akhirnya bisa nulis lagi, cukup senang walaupun mungkin besok-besok akan sibuk, setidaknya gue masih tetap menulis sekarang. Btw, postingan ini sengaja tidak dikasih gambar karena bingung mau taruh gambar apa, hehe.

Gak terasa juga, minggu depan gue udah masuk kuliah setelah libur satu bulan lebih. Huh, rasanya malas kuliah tapi harus kuliah. Bukan malas mencari ilmu tapi malas karena proses pembelajarannya masih daring. Huhu. Semoga pandemi ini segera berakhir, ya, teman-teman. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.

Untuk menutup postingan ini, hanya ada satu kalimat: Jangan lupa pakai masker!

Terima kasih.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *