Adaptasi dengan Tantangan Setelah Satu Tahun Pandemi

Masih inget gak, sih, dulu waktu kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia, kalian lagi ngapain? Gue masih inget, saat itu gue sedang di kelas dan mengikuti mata kuliah Metode Penelitian, membahas bagaimana cara meneliti untuk skripsi nanti dan tiba-tiba handphone gue berbunyi, ada notifikasi dari media nasional yang memberitakan kasus pertama Covid-19. Saat itu gue tidak begitu peduli, sampai akhirnya gue baca dan kaget bahwa kasus pertama terkonfirmasi di Depok, Jawa Barat, yang mana itu adalah kota tempat gue kuliah.

Kita semua paham bahwa situasi saat itu orang-orang pada mengalami panic buying. Masker menjadi langka dan mahal, handsanitizer dimana-mana sold out, sampai bahan makanan di pasar swalayan atau mini market pada habis.

Pemerintah pun memutuskan untuk membuat peraturan agar masyarakat berkegiatan dari rumah dengan diberlakukannya Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer tingkat 3, pembelajaran jarak jauh bukan hal baru. Sebab, terkadang dosen gue menggunakan elearning saat tidak dapat hadir di kelas dan masih membagikan materi pembelajaran.

Tapi, bagi hampir semua orang mungkin ini merupakan suatu tantangan baru, apalagi untuk siswa-siswa di sekolah. Gue dulu waktu sekolah tatap muka aja di akhir semester masih dipanggil ke Ruang Bimbingan Konseling (BK) karena ada nilai yang kurang, gimana sekarang yang secara online dan “biasanya” cuma dikasih tugas aja. Entah materi yang diberikan masuk ke siswa atau tidak.

Setelah satu tahun pandemi berjalan, banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang didapatkan, terutama adaptasi dengan tantangan-tantangan yang ada selama ini, yaitu tatap muka secara virtual guna mencegah penyabaran virus atau biasa disebut dengan Video Conference.

Photo by cottonbro from Pexels

Video conference menjadi salah satu tantangan karena mungkin, sebagian orang tidak pernah menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Hal yang paling terasa adalah saat kita diharuskan belajar dan bekerja secara virtual. Gue yakin, pasti kalian semua awalnya susah untuk fokus saat sedang melakukan video conference. Gimana enggak, sering kali kita melakukan video conference dibarengi kegiatan lain, seperti belajar sambil makan, bekerja dari kasur hanya bermodal laptop, dan lain-lain. Nggak cuma itu, ketika video conference, kita juga sering melihat orang-orang melakukan kegiatan aneh lainnya.

Gue sering kali merasa hal ini kurang produktif, sampai akhirnya gue menemukan sebuah formula yang mungkin simple dan biasa kalian lakukan untuk dilakukan lagi agar bisa fokus. Sebagai contoh, setiap hari sebelum pandemi, gue bangun pagi dan mandi, lalu sarapan sebelum berangkat ke kampus. Sekarang, gue akan tetap melakukan hal-hal tersebut agar bisa fokus, yaitu bangun pagi dan mandi. Kegiatan berangkat ke kampus gue ganti dengan mempersiapkan diri untuk video conference. Dari hal-hal kecil itu, gue bisa kembali fokus saat video conference.

Selain itu, siapkan tempat khusus ketika lo mau melakukan video conference, entah itu untuk sekolah atau bekerja. Bisa di ruangan tersendiri atau dengan mempersiapkan meja khusus aktivitas virtual. Jangan pernah melakukan kegiatan virtual di kamar atau di atas kasur. Kenapa? Karena pasti tidak akan fokus. Magnet yang ada pada kasur itu kuat sekali untuk kita semua.

Walaupun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa pertemuan yang dilakukan secara virtual memang kurang maksimal. Kita harus memikirkan cara yang kreatif dan inovatif untuk mengemas video conference agar lebih menarik dan tidak membosankan, seperti yang dilakukan oleh salah satu komunitas blogger terkece, terkeren, dan terbaik di Indonesia.

Yap, siapa lagi kalau bukan Bloggercrony!

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 24 Februari 2021, Komunitas Bloggercrony Indonesia berulang tahun yang ke-6. Tiap tahunnya, dalam rangka merayakan hari ulang tahun, Bloggercrony selalu mengadakan acara silaturahmi khusus kepada BCC Squad (sapaan akrab anggota Bloggercrony), yaitu BloggerDay. Biasanya, BloggerDay diadakan secara tatap muka alias kopi darat dengan seluruh BCC Squad. Namun berbeda dengan tahun ini, dikarenakan pandemi yang terjadi, BloggerDay 2021 diadakan secara virtual.

Photo by Kak Satto Raji

Jujur, BloggerDay 2021 merupakan acara dari Komunitas Bloggercrony Indonesia pertama yang gue ikuti karena gue termasuk orang yang kurang aktif, dan ketika gue menjadi bagian dari acara tersebut, enggak ada kata lain yang bisa gue ucapkan selain, “WOW!”. Walaupun diadakan secara online, BloggerDay 2021 tetap meriah layaknya acara offline.

BloggerDay tahun ini mengusung tema “Keluarga Jempolan” karena selama pandemi ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, sehingga siapa lagi orang yang sering kita temui selain keluarga.

Acara diadakan pada Sabtu, 6 Maret 2021 dan dibuka oleh pemandu acara yang asyik, yaitu Kak Gita Siwi. Setelah itu ada sambutan atau welcoming speech dari Ketua Pelaksana, Kak Ibrahim, dan salah satu Founder Bloggercrony, Mas Satto. Uniknya, ketika acara baru dimulai, sudah ada pembagian hadiah. Benar-benar kreatif dan menarik perhatian para BCC Squad yang hadir.

Sebelum BloggerHangout dimulai, terdapat games menarik yang diadakan oleh Bloggercrony, yaitu Kahoot Games. Ketika mengikuti itu, gue cukup deg-degan karena pemenang ditentukan dari kecepatan dan ketepatan jawaban yang diberikan. Sayangnya, gue tidak dapat memenangkan permainan ini karena salah jawaban di awal.

BloggerHangout menghadirkan Kang Maman Suherman dan Mas Shafiq Pontoh sebagai pembicara pertama, dengan topik ‘Senjakala “Content Creator”‘. Satu hal penting yang gue dapatkan dan simpulkan adalah dalam membuat konten kita harus jujur dan jadilah diri sendiri. Jika ada suatu tawaran membuat konten yang mungkin kita kurang sreg, lebih baik jangan dilakukan daripada dilakukan tetapi tidak maksimal.

Selang sesi BloggerHangout selanjutnya, terdapat informasi mengenai BloggerCare untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan. Salut beribu-ribu salut terhadap Bloggercrony karena banyak melakukan kegiatan bermanfaat untuk anggotanya.

BloggerHangout kedua membahas mengenai ‘Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh’ dengan narasumber Kak Ifa H. Misbach dan Kak Kania Safitri. Pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan untuk kita semua, terutama orang tua yang harus beradaptasi sebagai guru akademik di rumah. Tidak lupa, Webinar BloggerHangout lebih aktif dan interaktif karena dipandu oleh moderator kece, Kak Helen Simarmata, yang dapat mencairkan suasana saat sedang webinar.

Tak terasa, BloggerHangout sesi kedua menjadi penghujung acara pada BloggerDay kali ini. Tema Keluarga Jempolan dapat diimplementasikan dengan baik dalam acara ini, seperti virtual family trip dan webinar pembelajaran jarak jauh.

Hal lain yang tidak bisa dilupakan, di balik kemeriahan acara pasti terdapat pihak-pihak pendukung agar acara dapat berjalan dengan baik. Dalam BloggerDay 2021, ada beberapa pihak pendukung yang membantu agar acara dapat berjalan dengan maksimal, di antaranya ada KITATAMA EVENT @kitatama.id dan para BLOGGERPRENEUR yang akunnya  dapat kalian kunjungi di Instagram, yaitu:

  • @duorajistore
  • @katalensaku.photoworks
  • @ebigsoo_fashion_
  • @anesacooking
  • @geraiaksesoris2
  • @aykoprojects
  • @makarame
  • @resepdapurayah
  • @dapursesukahati
  • @hennahijab_collection
  • @asiboostertea
  • @kitatama.id
  • @sreehandmate
  • @photo_coffee_

Mungkin, tidak ada kata yang bisa gue ucapkan selain “Terima kasih banyak, Bloggercrony!”. Pengalaman mengikuti event pertama yang luar biasa. Tantangan di tengah pandemi bukan menjadi sebuah halangan untuk membuat sebuah pertemuan.

Komunitas Bloggercrony Indonesia merupakan komunitas blogger yang menurut gue masih eksis sampai sekarang. Di tengah pandemi, banyak sekali acara atau kegiatan yang diberikan khusus kepada BCC Squad. Mulai dari webinar kesehtan, BloggerCare, sampai yang menurut gue paling keren adalah BLOGGERPRENEUR. Secara gak langsung, Bloggercrony mewadahi dan mendukung anggotanya yang memiliki usaha agar semakin maju dan berkembang. Hal itu juga dapat mempengaruhi ekonomi di tengah pandemi agar lebih baik lagi.

Cukup sekian dari gue, terima kasih Bloggercrony atas kesempatan pertama yang diberikan. Benar-benar gokil! Sukses terus ke depannya dan semoga pandemi ini segera berakhir agar kita bisa bertemu secara langsung. Aamiin.

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *