20.10: Kebakaran Charger

Siang itu, Jumat (15/5) gue sedang mengerjakan tugas mata kuliah Pemrograman Orientasi Objek. Namanya lagi puasa, siang-siang bawaannya mau tidur aja. Belum selesai tugas itu, akhirnya gue memutuskan untuk tidur siang. Ya, selemah itu gue ketika sudah ada hawa-hawa ditarik oleh kasur.

Ketika bangun tidur, sudah menunjukkan pukul 5 sore dan gue langsung buka laptop. Sangat ambis bukan ngabuburitnya nugas? Namun, layar laptop tampilannya gelap. Tombol power gue pencet dan hanya nyala beberapa detik kemudian mati lagi. Oh, ini adalah hal biasa. Lowbat. Gue pun mencari charger dimana ia berada. Setelah ketemu, langsung gue colokin ke stop kontak terdekat.

Sayang seribu sayang, charger laptop gue emang udah rusak tapi biasanya masih bisa diakal-akalin gitu supaya dayanya masuk. Namun, hari itu semua sirna. Dayanya gak masuk-masuk dan tiba-tiba terdengar suara percikan api kebakar dan keluar asap dari ujung kabel. Kaget dong gue karena gak pernah kejadian seperti ini.

Titik charger yang kebakar.

Gue langsung cabut charger laptop dari stop kontak dan ternyata apinya masih nyala. Seketika gue ke kamar mandi untuk merendam sedikit bagiann yang kebakar ke dalam air. Setelah direndam, api pun padam. Ingin gue mencoba lagi untuk nyolokin ke stop kontak tetapi gue urungkan niat itu.

Kampretnya adalah tugas hari itu dikumpulin pukul 11 malem. Sedangkan gue saat itu otomatis tidak bisa mengerjakan. Bingung apa yang harus gue lakukan. Untungnya ada teman gue yang bijak menyarankan untuk kabarin dosen aja terlebih dahulu.

Setelah memikirkan kalimat apa yang pantas untuk dikirim ke dosen, kemudian berkonsultasi sama pacar apakah sudah sopan kalimat itu, gue kirim pesan itu melalui WhatsApp. Kurang lebih isinya permohonan maaf karena akan mengumpulkan telat serta alasan yang cukup aneh, charger kebakar. Tanpa menunggu waktu lama, chat gue langsung dibalas sama dosen itu yang isinya, “Tidak apa-apa, kalau kamu sudah selesai bisa langsung kirim ke email saya.”

Gue sedikit lega akan hal itu. Tidak perlu lagi pusing memikirkan deadline pukul 11 malam. Tapi, kapan gue mau nerusin tugas ini? Saat itu juga, sehabis buka puasa gue langsung scrollscroll e-commerce untuk menjadi charger yang sesuai dengan spesifik laptop gue. Ketika sudah ketemu, tanpa ba bi bu langsung bayar karena takut kehabisan. Lo tipe orang yang gitu juga, gak, sih? Langsung bayar aja tanpa nanya-nanya ke seller-nya. 😀

Sangat cepat, esok hari dikirim, lusa sampai. Ya, hari Minggu (17/5) gue sudah bisa menghidupkan laptop kembali dan melanjutkan tugas yang belum selesai.

Memang sebelum Perkuliahan Jarak Jauh, charger gue sempat sakit. Namun, sudah sembuh beberapa bulan yang lalu. Tidak ada kendala sama sekali. Ketika kuliah online berlangsung, penyakit charger gue mulai kambuh lagi. Penyakit daya baterai tidak terisi. Apakah ini korban PJJ? Bisa jadi.

Tapi, kayaknya karena gue aja, deh, yang suka naroh charger sembarangan. Gak tau kalo itu charger keteken atau sobek atau gimana karena gue teledor. Ngomong-ngomong, apakah ada korban dari PJJ atau Work From Home dari barang-barang kalian? Biasanya, sih, barang elektronik. Coba tulis di kolom komen, ya. 😀

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *