20.1: Lucu Banget, Sih

Oke, sebelumnya gue akan memberi tahu ke kalian apa itu 20.1. Jadi, tepat di hari kemarin, 10 Mei 2020, salah satu penduduk bumi yang tidak suka mencuri berulang tahun. Nah, tiba-tiba orang itu berpikiran untuk menuliskan sebuah diary di umur yang ke-20 itu selama kurang lebih satu tahun jika bisa. Tapi, ini harus bisa karena sekadar menulis diary. Namun, bukan sekadar diary yang ditulis pada buku catatan harian melainkan di blog. Ya, orang itu adalah gue.

Gue sudah menginginkan hal ini dari lama cuma waktunya kurang tepat aja dan memiliki kesibukan lain. Akhirnya, momen sekarang pun gue pilih. Jadi, selamat membaca 20 ala ala gue. Oh iya, itu maksudnya 20.1 adalah umur ke-20 di hari ke-1. Kalo hari kedua, ketiga dan seterusnya jadinya 20.2, 20.3, dan selanjutnya.

Sekarang gue akan menceritakan di hari pertama gue ulang tahun. Waktu itu adalah waktu sahur, gue dibangunin tidak seperti biasanya. Di hari-hari sebelumnya, nyokap gue membangunkan hanya sekadar membangunkan tetapi kemarin, dia berdiam diri di depan kasur sejenak sambil menyalami gue lalu mengucapkan ulang tahun. Tiba-tiba, di belakang juga ada bokap gue yang ikutan. Gue sedikit bingung karena baru bangun ada yang minta salaman. Ternyata, gue hari itu ulang tahun. Ya, kemarin.

Gue langsung bangun dan cek handphone, ternyata temen-temen gue pada ngucapin di grup. Tapi, gue sedikit bingung, ini pacar gue kayak santai-santai aja, gak tahu apa-apa gitu. Lupa kali ya? Atau hanya sekadar pura-pura tidak ada apa-apa? Namun, ya sudah, nanti paling juga inget. Gue pun melanjutkan sahur buru-buru karena waktu itu sudah pukul 4 pagi.

Setelah sahur, gue hanya scrollscroll timeline Twitter dan Instagram aja. Ya, sangat gabut sekali saya sehar-sehari. Lalu ala-ala anak hits Instagram, ada yang mengucapkan di instastory langsung dibalas. Kemudian ramai DM mengucapkan selamat ulang tahun dari teman-teman dan kaget tiba-tiba mantan juga mengucapkan.

Singkat cerita, waktu berbuka tiba. Hampir setiap tahun kalo gue lagi datang bulan ulang tahun nyokap membuat nasi kuning. Hari itu gue berbuka puasa dan langsung makan nasi kuning. Belum menyuap tiba-tiba ada orang mengetuk pintu. Bingung dong, ada apa ini maghrib-maghrib. Ternyata, ada paket dari salah satu toko tanaman, sebut saja Ohana Plants dari Bandung. Oh iya, alamat itu bukan ke rumah gue tapi ke rumah tetangga gue. Tapi, nama penerimanya adalah gue. Konspirasi apa ini?

Kebetulan alamat tetangga gue sama gue cuma beda satu huruf. Misalnya rumah gue nomor 1A, tetangga gue nomor 1 gitu. Cuma beda itu aja. Coba kalau jauh, mungkin paketnya gak akan nyampe ke gue. Setelah gue pikir-pikir, nama Ohana ini gak asing di mata gue. Gue pernah baca gitu. Oh iya, kemarin cewek gue nanya-nanya soal tanaman di Ohana. Sangat-sangat sudah ketebak ini paket dari siapa.

Ketika makan buka puasa sudah selesai, langsung gue tanya ke pacar gue ini paket dari siapa. Sudah ketebak bahwa dia akan sok-sokan bingung dan gak tahu dari siapa. Ternyata, gimmick-nya kemarin sok-sok nanya tanaman mana yang bagus ternyata berhasil. Tiba-tiba dikirim ke gue. Dia juga sempet bilang kalo apa yang gue saranin itu kayak kurang pas gitu, ada beberapa kekurangannya eh tapi yang dikirim apa yang gue saranin. Cukup halus sekali gimmick-nya.

Gue pun membuka paket itu dan isinya benar-benar seperti tanaman karena emang bener tanaman. Tidak mungkin gue akan menanam malam itu juga. Akan gue lakukan esok hari untuk menanam.

Malam harinya, tiba-tiba ada email masuk ke gue. Lagi-lagi ini kerjaan dari orang nyebelin sejagat raya. Melihat email itu dan mendapatkan hal-hal yang tidak ada ekspektasi sama sekali kayak, “Ini orang lucu banget, deh.” Idenya tuh ada-ada aja gitu. Yang begini-begini bisa bikin senyum sendiri. Gak lebay tapi kayak seneng gitu ternyata ada orang yang selucu ini.

Isi email dari orang yang lucu dengan ide-idenya.

Sebelum tidur gue pun menelpon cewek gue soalnya sudah cukup lama gak telfon karena katanya earphone dia rusak ternyata enggak. Tiba-tiba dia ngomong “Mau ngabisin hari pertama di umur 20, ya.” Gue kayak, “Bisa juga, nih.” Niatnya gue mau telfon setengah jam aja karena mau tidur cepat, eh, ternyata kebablasan sampai sekitar pukul 2 pagi. Emang, ya, kalau udah telfon sama orang itu gak kerasa banget. Apalagi nelfonya sama orang yang disuka, HEHE.

Sekian cerita gue di umur 20 hari pertama. Cukup menyenangkan untuk gue semoga bisa membuat umur kepala dua ini semakin bahagia. Harapan gue untuk umur yang sekarang adalah semoga semakin dewasa dan bisa memikirkan masa depan lebih baik lagi karena gak kerasa, euy, udah kepala dua aja. Takut, sih, cuma, life must go on! Bismillah dan terima kasih untuk semua pihak yang sudah mengucapkan terutama kamu. Terima kasih. 😊

You may also like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *